oleh

Walau Dikerjakan Sampai Maret 2020, Jembatan Tebat Ijuk Dili Tetap Asal Jadi

Kerinci, Jambi – Jembatan seharusnya menjadi sarana untuk mempermudah masyarakat dalam menjalani aktifitas sehari – hari, dan juga sebagai sarana penunjang peningkatan perekonomian masyarakat. Namun lain halnya dengan jembatan Tebat Ijuk Dili yang dibangun pada tahun anggaran 2019 oleh CV Monica dengan nilai kontrak Rp. 699.987.708,13 dan siap dikerjakan pada bulan Maret tahun 2020.

Meskipun dikerjakan dengan begitu banyak tambahan waktu, Jembatan Tebat Ijuk Dili yang berlokasi di desa Tebat Ijuk Dili Kecamatan Depati Tujuh Kabupaten Kerinci hingga kini belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat karena keadaannya jauh dari kata layak.

JembatanTebat Ijuk Dili yang menghubungkan pemukiman masyarakat dengan ratusan hektar sawah seharusnya menjadi sarana vital masyarakat dalam melakukan aktifitas pertanian seperti mengangkut hasil panen dari lahan persawahan menuju rumah masyarakat. Namun sampai sekarang jembatan tersebut tidak bisa dimanfaatkan sama sekali, jangankan untuk dilewati mobil motorpun tidak bisa melewati jembatan tersebut seperti yang diungkapkan Adi Rusdi (55) tahun salah seorang warga Desa Tebat Ijuk Dili Kecamatan Depati Tujuh saat dijumpai awak media ini dilokasi jembatan tersebut.

AdiRusdi mengatakan bahwa sampai sekarang masyarakatnya merasa kecewa terhadap kontraktor dan dinas terkait yang membangun jembatan tersebut, jembatan belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengangkut hasil panen padi mereka. Jangankan untuk dilewati mobil, untuk membawa motor saja tidak bisa.

“Kami harap orang dinas kembali melihat keadaan jembatan kami, padahal baru siap bulan maret kemaren tapi papan lantai jembatan sudah ada yang keropos, sudah banyak yang terbenam apa bila diinjak, selain itu motor untuk naik kejembatan saja tidak bisa apalagi mobil. Seperti sekarang kami sedang panen padi, terpaksa melewati jalan lain karena tidak bisa melewati jembatan ini,” terang Adi Rusdi dengan nada kecewa.

Jembatan yang dibangun dengan anggaran tahun 2019 dan selesai dikerjakan Maret 2020 kini menjadi perhatian serius dikalangan aktivis Kerinci Sungai Penuh. Betapa tidak, jembatan yang dibangun pada tahun anggaran 2019 seharusnya habis kontrak per Desember 2019, tapi lain halnya dengan jembatan Tebat Ijuk Dili Kecamatan Depati Tujuh malah dikerjakan sampai Maret 2020. Entah atas dasar apa pihak rekanan berani mengerjakan proyek yang sudah habis masa kontrak tapi tetap dilanjutkan dan bagaimana sistem pembayarannya oleh DPUPR Kerinci Kepada pihak rekanan.

Sampai berita ini diturunkan, bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kerinci yang menjadi satker dan bertanggung jawab terhadap pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Kerinci belum berhasil ditemui awak media Wartapos untuk diminta tanggapannya terkait pembangunan jembatan Tebat Ijuk Dili yang terkesan mubazir,(cdr).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini