oleh

Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Astaka MTQ 2012-2013

-Featured-23 views

 

Rohul, wartaposgroup.com -Terkait dugaan kasus Korupsi berjemaah di kabupaten rokan hulu semasa jabatan Kepala Dinas YUSRI di Bidang Tata Ruang (TR) dan Cipta Karya (CK) hingga kini terlapor para pelaku belum juga di tindaklanjuti sesuai prosedur hukum berlaku, kepada Penegak hukum riau khususnya Penegak hukum di Rohul (27/11)warta pos mendatangi Kantor Kejaksaan rokan hulu untuk meminta bertemu dengan Kejari Rohul melalui Pejagaan atau Satpam di Kantor Kejaksaan Rohul Sacurity Kejaksaan Negeri rokan hulu mengatakan bahwa Kejari tidak berada di Kantor “ Kejari sedang tidak di tempat “ jelas nya.

Lalu Warta Pos (4/12) mendatangi lagi Kantor Kejati Riau, salah seorang Staf inisial A mengatakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) riau sedang ada rapat Kasus dugaan korupsi Proyek Pembangunan Astaka MTQ kabupaten rokan hulu “ Bapak sedang ada rapat khusus terkait dugaan proyek Pembangunan Astaka MTQ” jawabnya.

Kasus dugaan korupsi Proyek Pembangunan Astaka MTQ kabupaten rokan hulu Pada tahun anggaran 2012-2013 kurang lebih telah berjalan 4 tahun di Laporkan dari berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) Laporan tersebut terpantau tidak di peroses secara hukum, Penegak hukum di riau khususnya Penegak hukum di Rohul Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Astaka MTQ ini di kabupaten rokan hulu pertama kali di anggarkan pada tahun 2012 sebesar Rp 5,9 miliar dan pada tahun 2013 di anggarkan kembali dengan nilai Rp 6 miliar.

LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (PENJARA) akan menindaklanjuti menyurati kembali Kejaksaan rokan hulu, Kejati riau dan KPK untuk segera menindak lanjuti laporan Korupsi yang telah di sampaikan dari berbagai LSM terkait, khususnya dugaan indikasi tindak pidana Korupsi di kabupaten rokan hulu” jelasnya. (Ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed