oleh

Usai Hari Jadi Kampar Ke-68, Sejumlah Aktivis datangi Dinas PUPR Kampar

Terlihat beberapa orang aktivis dan LSM Penjara sedang mendatangi DPUPR Kampar

KAMPAR, RIAU Wartaposgroup – Beberapa poin yang menjadi tuntutan para aktivis yang hadir juga disampaikan saat orasi, salah satu nya membahas tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sesuai amanat UU 14 tahun 2008 mengenai beberapa pekerjaan yang diduga merugikan Negara, salah satu pekerjaan tentang pembangunan Gedung Pramuka serta proyek jalan Aspal di Kecamatan Tambang, rabu (07/02/2018) sekira pukul 11.00 Wib.

LSM Penjara Kampar juga sangat menyayangkan pihak Dinas PUPR yang dinilai tidak paham tentang Undang undang Keterbukaan Informasi Publik, sehingga salah seorang Aktivis , Martin yang merupakan juga ikut mewakili Lsm Penjara mempertanyakan kembali mengenai ketranparansi dinas terkait.

“Dari awal kan kita sudah meminta RAB dari pekerjaan tersebut, kenapa sampai sekarang juga masih belum diberikan, padahal Undang-undang KIP sudah sangat jelas” sebut martin

“Lucunya lagi, mereka tidak bisa membedakan keterbukaan Publik dengan pelayanan Publik, kok sampai terucap kata-kata kominfo, apa hubungannya coba, yang jelas kita tunggu janji mereka yang bakal akan menyampaikan ke atasanya” tambahnya.

Disamping itu, Ketua LSM Penjara, Rudi Lase juga mengingatkan kembali kepada dinas PUPR, agar sekiranya Kadis PUPR yang baru dilantik bisa memberikan kejelasan terkait adanya penemuan pada pekerjaan oleh Dinas PUPR.

“Kita tidak mau tersesat dalam melanjutkan ketahap laporan, makanya kita meminta agar tranparan dalam mengelola uang Rakyat, lagipun kita sudah komitmen tidak akan mundur terkait dengan dugaan penemuan kita kalau perlu dengan masa yang lebih banyak” cetusnya

Lanjut, Rudi lase juga sempat menyampaikan mengenai pemberitaan yang terbit disalah satu media online dengan judul yang bertuliskan ‘Orang luar silahkan cari makan di kampar, jangan bikin gaduh’, dalam hal ini Rudi hanya mengingatkan untuk tidak asal bicara kalau tidak tau persoalannya.

“yang perlu dicatat adalah bahwa pihak Lsm sudah melalui proses sesuai aturan main, jadi bagi oknum yang mengkeritik tindakan kita juga musti paham dulu permasalahannya, jangan asal ngomong, karna tidak ada larangan untuk melakukan investigasi selama mengikuti aturan main, emang apa saja yang sudah diperbuatnya untuk Kampar?, lagipun tidaklah mungkin seumpama yang mengerjakan dinas A kemudian kami adakan Aksi di Sekolah, itukan lucu” sindir Rudi Lase

“Kalau bisa jangan menyinggung permasalahan orang ‘pendatang’ lah, takutnya yang lain tersinggung, lagipun demo itu bukanlah kegaduhan”. Cetusnya.

Sementara, Informasi yang berhasil awak media rangkum dilapangan, disaat aksi sedang berlangsung pihak Kadis PUPR sedang tidak beradada di Kantor, sehingga awak media belum bisa menjelaskan bagaimana tanggapan dari Kadis PUPR hingga berita ini diterbitkan. (sapari)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini