oleh

TURAP ROBOH KAPOLSEK DI TUNTUT BUKTIKAN FAKTA

“SANGGUPKAN KAPOLRES DAN KAPOLSEK MENJERAT OKNUM PEMBORONG BANGUNAN TURAP DARI DD DESA SUKA MAJU”

ROKAN HULU | wartaposgrouop.co.id -Kesepakatan Kapolri Jenderal, Tito Karnavian, Mendagri Tjahjo Kumolo dan Mendes PDTT, memberikan kewenangan pengawasan dana desa kepada kapolsek di seluruh Indonesia

Namun beranikah Kapolres Rokan Hulu (Rohul) AKBP Yusup Rahmanto dan Kapolsek Rambah AKP Didi, untuk menjerat dugaan dalam roboh Turap di Dusun Pesangan, Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan tegas menyatakan jika ada kapolsek yang korupsi dana desa, maka Polri akan memberi sanksi pemecatan. Selain itu, Polri juga akan menyeret oknumnya ke ranah pidana.

Ketika hal ini, dikonfirmasi dengan Kepala Desa (Kades), Suka Maju, dia menyatakan kalau hal itu wewenang dari Ketua Tim Pengguna Kegiatan (TPK), Suparman.

Selanjutnya, kemudian dikonfirmasi kepada Ketua TPK, Suparman, dirinya mengakui sedang berada di Pekanbaru.

Seterusnya hal itu disampaikan kepada Kades, kalau TPK yang mengetahui, kemudian disampaikan kalau itu benar pengelola kegiatan tersebut.

Tak lama, kemudian, Ketua TPK menelpon kalau dalam proyek itu, durinya sama dengan kades serta kalau anggaran untuk bangunan itu sebesar Rp 190 juta dengan panjang 100 meter.

Saat, ditanya siapa yang bertanggungjawab dalam proyek itu, Ketua TPK menjawab kalau semuanya sudah dikerjakan sesuai aturan.

” Itu bukan salah kami, buktinya selama pekerjaan pihak pendamping kecamatan dan kabupaten tidak pernah hadir untuk melihat pekerjaan itu, selama kami bekerja,” tukasnya.

Tambah, Ketua TPK, robohnya bangunan merupakan akibat alam, kemudian ditanya lagi, apakah dengan kondisi alam tidak disesuaikan dengan petencanaannya.

” Semua kami lakukan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku, saya sama dengan kepala desa itu,” tukasnya di ujung telpon (hendrik )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed