oleh

Teroris Ditangkap Di Palangka Raya Ternyata Kelompok JAD

wartaposgroup.co.id | Palangka Raya – Kelompok yang ditangkap tim Densus 88 dan Polda Kalteng yang diduga teroris ternyata anggota Jama’ah Anshor Daulah (JAD). Penangkapan dilakukan di Barak di Jalan Pinus Permai III, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Senin (10/05/2019) Sore pukul 16.30 WIB.

Terkait penangkapan tersebut Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng bersama Kabinda, Wakajati, Hakim Tinggi, Ketua MUI Kalteng, Danrem 102/PJG dan Kadis Sosial menggelar Press Conferense di lobi Mapolda Selasa,(11/05/2019) Pukul 15.30 WIB.

Kapolda Kalimantan tengah Irjen Pol Drs. Anang Revandoko menyampaikan, “Tim Densus 88 bersama dengan Tim Polda Kalteng dengan dibantu oleh Badan Intelijen Negara (BIN), dari Teritorial seperti Babinkamtibmas, Banbinsa dan tokoh masyarakat telah berhasil mengamankan terduga teroris yang sedang Usla (mengasingkan diri) di wilayah Kalimantan Tengah.”

“Terduga teroris berinisial (T) dan (A) ini adalah merupakan sisa jaringan Abu Hansah dan merupakan DPO kita. Kedua pelaku ini adalah perakit bom di Gunung Salak, Provinsi Aceh. Mereka Tergabung dalam jaringan JAD (Jamaah Anshor Daulah) yang sudah di ba’it sumpah setia dengan pimpinan Isis Irak dan Siriah yaitu Abubakar Al Baqadi, tujuan mereka adalah untuk merubah Idiologi NKRI menjadi Kilafah, “pungkasnya.

Anang juga mengungkapkan hasil lidik di lapangan bahwa kelompok jaringan tersebut merupukan kelompok dari Aceh dan Makasar yang sengaja mengasingkan diri ke Kalteng untuk melakukan pelatihan dan mencari dana untuk kemudian berangkat ke Jakarta.

“Tersangka yang berhasil kita amankan saat ini ada 33 orang termasuk dengan penangkapan di dua tempat, yaitu di Palangka Raya dan Gunung Mas. Mereka terdiri dari anak-anak dan wanita dewasa. Untuk saat ini sebagian kita titipkan ke Dinas Sosial, karena ada anak-anak. Mereka di Kalteng hanya diajak Usla (mengasingkan diri) oleh kedua pelaku, “imbuhnya.

“Dalam penangkapan tersebut kami juga mengamankan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP) diantaranya, laptop, solder, beberapa buku jihat, Dekstop GPS, pasport, pisau, obeng dan kartu ATM, “kata Kapolda. (asrori).

banner 728x90

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

Berita Terkini