oleh

Surunuddin Dangga Buka Workshop PMP Pengembalaan dan Lakukan Peletakan Batu Pertama UPTD Peternakan Di Desa Anduna

-Wisata-253 views
banner 728x90

SULTRA, Konsel – Bupati Konawe Selatan (Konsel), H. Surunuddin Dangga, ST., MM buka Workshop Pengembangan Manajemen Padang (PMP) Pengembalaan Bibit Sapi Bali yang akan di selenggarakan selama 2 hari kedepan bertempat di Desa Anduna Kecamatan Laeya, Rabu (12/9/2019).

Yang juga di rangkaikan peletakan batu pertama kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Peternakan dan Rapat teknis bidang pertanian/peternakan sekaligus launching kawasan padang pengembalaan ternak sebagai agro wisata Anduna breeding centre di Konsel.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 803/Kpts/PK.040/12/2016 tentang penetapan Konsel sebagai sumber bibit sapi bali, dan Keputusan Bupati No 524/207/2017 tentang penetapan lokasi padang pengembalaan ternak dan UPTD

“Baru kali ini Workshop kita laksanakan di ruangan terbuka/di tengah-tengah Hutan yang biasanya dalam gedung, ini bukti kepedulian kita untuk tidak berhenti menginspirasi demi kemajuan daerah konsel, dan jika semua pejabat punya inspirasi pasti banyak cara dalam menemukan sesuatu yang baru untuk membangun daerah ini,” kata Bupati, Surunuddin Dangga dalam kesempatan tersebut

Pembuatan padang pengembalaan ini sebenarnya pekerjaan nekat, kata Surunuddin, karena bagaimana awalnya meyakinkan Kementan mau mendukung apa yg kita inginkan, apalagi Sultra sudah pernah ada program serupa yakni di wawolemo hanya tidak di maksimalkan, tetapi karena berkat usaha kita meyakinkan kementan sehingga program ini tetap berjalan ” Dan, agar kejadian Wawolemo tidak menimpa di konsel, saya membuat rencana besar yakni selain ternak sapi dipelihara rakyat, kita juga bangun satu kawasan padang pengembalaan dengan menanam rumput sumber makanannya sekaligus pembuatan embung untuk sumber air minum sapi tersebut di tempat ini, agar terus berproduksi,” jelas Surunuddin.

Jadi, selain kita tetapkan Desa Anduna ini sebagai pusat pembibitan sapi, lanjut Surunuddin, sekaligus juga kita canangkan sebagai daerah agro wisata dan jadi pusat riset bidang peternakan, untuk itu saya berharap kepada semua pihak ikut memberikan support kepada dinas peternakan agar program ini berjalan baik dan sukses, termasuk berterima kasih kepada pihak legislatif yang telah mendukung gagasan besar ini.

“Selain menjadi pusat bibit sapi nasional, harapan saya setelah mendapat bantuan 100 ekor sapi brahmana oleh kementan tahun 2018 ini, akan tercipta brand dengan istilah bibit Sapi Konsel hasil penyilangan yang di lakukan tim dokter hewan kita, sejalan dengan jargon dan target kita untuk melahirkan 100 ribu ekor sapi hingga tahun 2021 yang nantinya jadi aset Pemda kedepan tentu dengan dukungan masyarakat demi kesejahteraan mereka,” tandasnya

Mengakhiri sambutannya, Surunuddin menyampaikan bahwa, kegiatan workhsop ini merupakan langkah awal untuk menjadikan Desa Anduna yang akan disusul Desa Lelekaa – Ranomeeto sebagai pusat pelatihan dan riset teknologi di bidang pertanian, yang akan kami dukung dengan pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) di Desa Amasara agar wilayah Kec Landono, Mowila, dan Sabulakoa, Ranomeeto dan Ranomeeto Barat ikut berkembang dengan pemerataan pembangunan dengan konsep sebagai kawasan pasar hewan. ” Jadi saya minta Dinas Peternakan Konsel untuk lebih fokus dan membuat perencanaan dengan matang agar padang pengembalaan ini bisa terus berlanjut dengan terus melibatkan dan menambah kelompok peternak masyarakat sehingga target dan impian kita dapat terwujud pada tahun mendatang dengan sistem pengelolaan yang baik,” pungkasnya.

Sedangkan, Kadis Peternakan dan Hewan Konsel, Syamsul, S.TP., M.Si dalam laporannya mengatakan bahwa Yang berkaitan dengan program pembangunan di sektor peternakan yang pertama adalah populasi ternak sapi saat ini sebanyak 67.782 ekor, dengan asumsi angka kelahiran kurang lebih 8.000-9.000 ekor/tahun dengan target 100 ribu ekor pada  tahun 2021. Kedua, kami terus membangun komitmen bersama para pegiat peternakan dengan instrumen yang kami lakukan yakni peningkatan inseminasi buatan, peningkatan kesehatan hewan (Keswan), pelarangan pemotongan betina produktif, serta menekan lalu lintas dan penertiban ternak.

“Dimana kegiatan peningkatan keswan yaitu melakukan penanganan gangguan reproduksi oleh 4 orang tenaga dokter yang terus aktif melaksanakn tugasnya di tambah 39 tenaga petugas penyuluh peternakan dan di dukung 4 unit Puskeswan serta terus kami tingkatkan kapasitas kelompok  sentra peternakan rakyat (SPR) yang tersebar di 12 Kecamatan,” urai Syamsul.

Yang mana, lanjutnya Tahun 2019 kita akan terbitkan kartu ternak sapi bersama Asuransi Jasindo sebagai salah satu persyaratan untuk mendaptkan bantuan teknis peternakan dan asuransi ternak sapi yang mengalami kecurian kematian dll, kemudian pembangunan infrastruktur padang pengembalaan UPTD seperti yang kita saksikan saat ini untuk menampung bantuan sapi brahman cross yang akan di rilis kementan Tahun 2018 sebanyak 100 ekor, dimana distribusinya pada awal sampai pertengahan oktober 2018 yang nanti menjadi tugas berat dan tanggung jawab di jajaran kami.

Untuk mendukung program tersebut, ucap Syamsul, kami melakukan pembangunan pagar keliling yang didanai oleh tugas perbantuan dari Kementan melalui Satker Provinsi seluas 100 Ha, dan penanaman rumput bede seluas 70 Ha yang sementara berlangsung, serta pembangunan paddock embung UPTD, holding year, jalan inspeksi serta land clearing yang di dana oleh APBD, dimana Dana atau kegiatan tersebut belum begitu maksimal untuk mendukung pembangunan peternakan ini, karena ada 125 Ha yang akan kita buka tahun 2018 lanjutan dari target 300 Ha.

“Kemudian, penetapan padang pengembalaan Desa Anduna ini sebagai kawasan agro wisata breeding centre oleh Bupati Konsel merupakan langkah tepat dan sangat layak karena terdapat potensi dan terletak di lokasi strategis dekat dengan ibukota Provinsi, yang juga merupakan gagasan dan ide cemerlang seorang Bupati yang luar biasa,” puji Syamsul.

Syamsul juga menjelaskan bahwa mamfaat dan tujuan dari agro wisata adalah menjadi pusat pembibitan ternak yang berkualitas dan representatif, kemudian konsep pembangunan terintegrated farmer antara pertanian dan peternakan, dan dapat menjadi pusat pendidikan, pelatihan dan penelitian bagi pegiat peternakan di Sultra.

“Serta menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat, dalam hal ini bisa menjadi wisata kuliner, souvenir dan atraksi budaya lainnya, yang juga nantinya jadi sumber pendapatan Pemda melalui pemamfaatan holding yer/kawasan peternakan, yang mana sebelum sapi keluar harus melalui holding selanjutnya akan di pungut PADnya,” pungkasnya Syamsul. (Ricky)

banner 728x90

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini