oleh

Safril Nursal : Kita Kembalikan Fungsi Adat di Negeri Jambi

Jambi – Tatanan kehidupan keseharian masyarakat jambi tidak luput dari adat dan istiadat, adat di provinsi jambi sangat dominan di tengah tengah masyarakat. Kabupaten/kota se-provinsi jambi memiliki tatanan adat sendiri – sendiri seperti halnya “Adat Yang Sama ico Pakai Berlainan” hal ini kenyataan nyata mengiringgi kehidupan keseharian ditengah tengah masyarakat Jambi, Minggu 30/08/2020.

Adat adalah aturan dan tatanan menjalankan kehidupan sehari hari masyarakat (Masyarakat Adat) yang meliputi Adat Istiadat kehidupan yang di pagari Agama seperti halnya “ Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah” Apabila Provinsi Jambi diterapkan tatanan kehidupan masyarakat dengan adat dan Agama maka pembanguan provinsi jambi akan direstui para pendahulu dan Tuhan YME kedepannya.

Safril Nursal, Jenderal bintang dua yang akan mengakhiri kariernya sebagai Kapolda Sulawesi Tengah dan juga sebagai balon wakil gubernur Jambi, berpasangan dengan Fachrori Umar mengatakan sabtu (19/08) bahwa adat atau tatanan adat sangat perlu diterapkan di kabupaten/kota se-provinsi jambi. Dikarenakan adat sangat baik dijalankan dalam kehidupan masyarakat sehari – hari.

“Adat ini sangat baik diterapkan dalam tatanan kehidupan masyarakat jambi sehari hari. Karna adat ini sudah teruji kelayakannya, baik dari segi menjalankan kehidupan penuh sopan santun saling menghargai satu sama lainnya. Juga adat memiliki hukum adat yang tidak memihak pada salah satu masyarakat adat “Menimbang Sama Berat, Mengukur Sama Panjang” dan “ Tiba di Duri Tidak Mengangkat Tumbit, Tiba di Papan Tidak Berentak” hal ini dari petatah petitih Adat itu menujukkan keseimbang adat dalam menentukan keadilan bagi masyarakat” Ungkap dan Jelas Safril Nursal.

Lanjut Safril Nursal, dalam adat juga dikatakan bahwa adat itu meliputi berbagai bentuk, yang meliputi tatanan kehidupan keseharian masyarakat adat di bayang bayangi oleh Agama sebagai kontrol.

“Adat itu sebenarnya sudah lengkap dalam mengatur tatanan kehidupan keseharian masyarakat adat. Seperti halnya, adat bertamu, adat berkeluarga, adat yang besar/tua kepada yang muda, adat yang muda terhadap yang tua. Hal ini adalah gambaran bahwa adat itu adalah baik. Selain itu adat juga memiliki ragam dan bentuknya seperti, seni adat, budaya adat, hukum adat, bahasa adat (parno/petath petitih) pakain adat, tata krama adat dan lainya.” Sebut Safril Nursal yanh juga Ketua Umum BMKJ dan HKKN ini.

Safril juga mengatakan bahwa semua permasalahan yang tumbuh di tengah tengah masyarakat adat, tidak seharusnya lansung di meja pihak kepolisian, seharusnya setiap permasalahan yang tumbuh ditengah tengah masyarakat adat diselesaikan secara adat terlebih dahulu, bilamana memang tidak bisa diselesaikan dengan forum adat baru dilanjutkan ketingkat lebih tinggi atau pihak berwajib.

“Tidak semua masalah yang timbul/tumbuh ditengah masyarakat adat lansung dibawa kepihak kepolisian, seharusnya masalah itu diselesaikan di tingat desa atau LKAD setempat. Tokoh adat dapat melakukan rembuk atau sidang adat dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat. Jangan masalah kecil lansung lapor polisi, didesakan ada panutan pemangku adat setempat, mari kita upayakan menyelesaikan masalah secara adat, maka dari itu 2021-2024 akan kita terapkan fungsi adat dan pemangku adat se-provinsi jambi” jelas dan harapnya. (Rd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini