oleh

Ribuan Petani Simpatisan Djarot – Sihar Datangi Sutrisno Pangaribuan

banner 728x90

Medan, wartaposgroup.co.id – Ribuan masyarakat petani yang diwakili tiga kelompok masyarakat mendatangi F-PDI Perjuangan DPRD Sumut, Senin (15/1/2018) sekira pukul 14.00 Wib.

Ketiga kelompok masyarakat petani itu berasal dari Dusun IV Kloni Kuta Lepar Dusun V Tebing Ganjang Desa Durin Tonggal Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang Desa Laucih Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang dan Kelompok Tani Sinar Jaya Pembaharuan Desa Helvetia Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang.

Dikatakan Rembah Br Keliat warga Durin Tonggal bahwa kedatangannya mewakili masyarakat Desa Durin Tonggal karena ingin menyampaikan dukungan masyarakat Desa Tersebut kepada Djarot – Sihar untuk menjadi Gubernur Sumatera Utara.

“Sebenarnya kami menginginkan Pak Sutrisno untuk maju sebagai calon Gubernur, karena beliau tak jadi mencalon kan diri membuat kami sempat kecewa. Namun Pak Sutrisno menjelaskan kepada kami bahwa Djarot-Sihar sosok yang bersih dan peduli sama masyarakat,” katanya.

Mendengar penjelasan itu, lanjut Rembah lagi, mewakili masyarakat desanya yang berjumlah sekira 5000-an penduduk menyampaikan dukungan penuh untuk Djarot-Sihar.

Dia juga berharap nantinya, Djarot-Sihar dapat menyelesaikan masalah konflik agraria yang terjadi di desanya bila terpilih sebagai Gubernur.

Hal yang sama juga diutarakan, Benyamin Simatupang, kelompok Tani Sinar Jaya Pembaharuan, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang mengatakan bahwa masyarakat melihat hanya Sutrisno lah yang peduli dengan nasib kelompok tani.

“Kami berharap dapat dipertemukan dengan Djarot-Sihar. Mulanya kami menginginkan Sutrisno yang menjadi calon Gubernur Sumut namun karena partai tidak memilihnya sebagai cagub Sumut maka Sutrisno ‘menjamin’ bahwa sosok Djarot – Sihar merupakan calon yang perduli dengan masyarakat kecil dan yang mampu menyelesaikan masalah konflik agraria di Sumut,” pungkas Benyamin.

Mendengar dukungan itu, Sutrisno mengatakan masyarakat di Sumatera Utara, salah satu hal yang harus diselesaikan adalah konflik agraria.

“Saya selalu katakan pada titik tertentu negara boleh mengalah pada warganya. Negara pun boleh diberikan kepada warganya,” ujar wakil Bendahara F-PDIP itu. Lebih lanjut Sutrisno yang merupakan Sekretaris Komisi D mengatakan bahwa negara tidak ada gunanya berdiri kalau rakyatnya tidak ada.

“Oleh karena itu Bapak/Ibu, agar nanti tidak ada jarak, saya akan mengupayakan agar beliau nanti kita hadirkan agar bertemu langsung dengan bapak/Ibu agar bisa merasakan aura, bahasa tubuh dan pesan langsung dari Djarot – Sihar. Karena Pak Djarot – Sihar belum melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat sepanjang belum dinyatakan sah sebagai calon,” tegasnya.

“Saya bersyukur juga bahwa saya sudah mempunyai tempat untuk mengajak beliau, karena bapak/ibu yang pertama menjumpai saya dan saya akan menyampaikan kepada beliau untuk menjumpai Bapak/Ibu, ungkap Sutrisno dihadapan masyarakat empat desa.”

Kendati demikian, Sutrisno menjelaskan bahwa dirinya juga prihatin tiba-tiba ada kebijakan pemerintah mengimpor beras karena pasokan dalam negeri tidak cukup.

“Hal ini terjadi karena belum maksimalnya negara ini memfasilitasi petani. Buktinya, kalau hari ini banjir durian, kelapa dari Thailand, dan lain-lain karena petani kita masih terpinggirkan,” katanya.

Lanjutnya lagi, bahwa dirinya juga sudah menelisik, bukan karena Djarot merupakan anggota F-PDIP tetapi sewaktu Djarot sebagai anggota DPRD, DPRRI, walikota, wakil gubernur dan Gubernur DKI tidak ada yang buruk ditemukan selama sebagai penyelenggara pemerintahan.

“Mudah-mudahan apa yang Bapak/Ibu harapkan untuk bertemu Djarot-Sihar dapat kita sampaikan,” ungkap Sutrisno menyakinkan masyarakat petani. (Bern)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed