oleh

Revisi UU KPK Pemahaman Masyarakat Bisa Pecah Belah

(Oleh Dr.Slamet Pribadi)
wartaposgroup.co.id | Mengubah suatu perundang-undangan bukanlah sesuatu yang haram di Republik ini, apalagi dalam implementasi hukumnya, yang sejatinya itu untuk mengatur sesuatu, agar ada perubahan dan ketertiban, dan untuk perbaikan kebijakan hukum. Kalau itu soal korupsi, agar Korupsi hilang atau berkurang dari Bumi Indonesia, maka sudah sewajarnya manakala para pihak menghendaki dilakukan perubahan, atau revisi. Dan ternyata Korupsi tidak kunjung habis di Republik ini, berarti dalam Hukumnya atau Lembaga hukumnya, atau juga Penegakan Hukumnya, ada sesuatu yang perlu dilakukan perbaikan sana-sini.

Kalau revisi itu dihubungkan dengan Revisi UU KPK, maka semangat dan tujuannya adalah agar KPK lebih kuat dan lebih Independen. Karena KPK didirikan diatas semangat dan tujuan awal adalah untuk menggilas kelakuan yang berangasan para koruptor yang suka melalap habis aspal, beton, besi, kertas dan lain-lain seperti tikus-tikus yang kelaparan dan menggendutkan perutnya, tidak perduli bahwa itu aspal, beton, besi dan kertas itu adalah milik rakyat. Korupsi adalah bencana nasional yang mensengsarakan rakyat yang menginginkan kesejahteraan dan keamanan menjadi terjamin, dimana KPK lahir dari ibu kandung reformasi dan Demokrasi, tentu KPK akan berkeja keras karenanya.

Yang harus disadari oleh semua pihak adalah, hukum itu harus senantiasa mengikuti pekembangan sosial yang terjadi di masyarakat, progressive, dinamis, apalagi perkembangan sosial di masyarakat sangat cepat, secepat peradabanya yang ditunjang dengan tehnlogi dan cara berpikir manusia yang adaptive dengan lingkungannya. Hukum akan menolak status quo manaka ada stagnasi cara berpikir yang eksklusive yang kurang adaptip terhadap berbagai perubahan. Kemudian bisa dipastikan status quo akan tergilas oleh arus perubahan, karena cara pandangnya sempit, merasa paling adaptip, anti penyimpangan dll, sedangkan kalayak terpelajar lainnya, berpendapat bahwa sebuah UU perlu perubahan perbaikan menuju kekuatan yang hakiki.

KPK haruslah Lembaga yang kuat, man, money, material, method nya harus lebih dari Lembaga lain, karena kehendak sejarah hukumnya KPK harus kuat terhadap para pemangsa aspal, beton dan besi tadi. Disisi lain KPK memanfaatkan uang negara, dan uang donatur dari Kebijakan Nasional Sistem Keuangan Negara, maka KPK harus bisa diaudit oleh siapa saja, baik oleh Negara melalui Lembaga-lembaga yang berwenang untuk itu, termasuk DPR, dan Donatur-donatur yang membiayai juga harus bisa melakukan audit, yang sampai saat ini belum jelas kapan dan dimana serta bagaimana hasil auditnya itu. Kalau KPK harus kuat, maka pengawasnya juga harus kuat, yaitu pengawas yang benar-benar faham soal korupsi dari sisi tehnis, taktis, maupun yuridis, tidak harus orang-orang yang mengerti hukum, tapi bisa juga pihak lain yang jujur sejujur jujurnya memahami tujuan keberadaan KPK. Pengawas yang kuat dan kredibel akan berkontribusi dalam pembangunan hukum dari sisi Hukumnya, Kelembagaan Hukumnya, Penegak Hukumya, Sarana dan Prasarana Hukumnya terhadap KPK yang kuat.

Selama ini Auditor Hukum juga belum pernah melakukan Audit Sistem hukum di KPK, apakah hukum yang berkaitan dengan KPK sudah benar adanya sesuai dengan cita cita hukum?, apakah praktek hukum sudah dilakukan dengan benar?, apakah sarana dan prasarana hukum sudah tersedia untuk eksistensi Lembaga seperti KPK?, bagaimanakah Sistem Koordinasi Kelembagaan Antar Penegak Hukum sudah ideal atau belum?. Banyak pertanyaan Audit Hukum yang harus dijawab oleh KPK dan itu harus di ketahui semua pihak yang berkepentingan. Seperti sesama Penegak Hukum, termasuk masyarakat.

Soal Penyadapan telepon Meskipun ada dalih untuk independensi dan penguatan, Penyadapan oleh Penegak Hukum harus diatur sedemikian rupa oleh orang-orang yang mempunyai pemahaman yang kuat serta kejujuran untuk menggilas Korupsi di muka Bumi Indonesia ini. Secara tehnis Kriminalistik, penyadapan harus ditujukan untuk penegakan hukum, yang subyek dan obyeknya adalah bermasal

banner 728x90

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini