oleh

PT.DELADA AGROMAS SAMUDERA DIDUGA LANGGAR UU LINGKUNGAN HIDUP 32 THN 2009

PT.DELADA AGROMAS SAMUDERA DIDUGA LANGGAR UU LINGKUNGAN HIDUP 32 THN 2009

Gunungsitoli NIAS, Wartaposgroup.com  -Dihimpun wartawan dilapangan masyarakat Olora dan sekitarnya resah akibat ketidaknyamanan efek polusi udara akibat kotoran ayam petelur di peternakan dari PT Delada Agromas Samudera, tutur warga dalam laporan tertulisnya. Disampaikan warga berinisial ZN, N, B mengatakan,” kami disini merasakan bau tiap malam serta nyamuk pak, sehingga membuat kami tidur disiang hari terpaksa memakai kelambu, kata ZN. Ditambahkan, N sejak ada peternakan tersebut diarea Olora penghasilan kami semakin menurun pak, karena saya sehari-hari menjual lontong dan kue mereka tidak mau membeli lontong saya karena banyak sekali lalat, Ungkap ZN. Tegas, N mengatakan udara siang dan sore hari sangat menyengat baunya, surat dari pimpinan mesjid dan pimpinan gereja serta tokoh masyarakat/tokoh pemuda sudah keberatan, namun tidak ada tanggapan dari pemerintah kota Gunungsitoli,sehingga PT.DAS menbuat hal yang kurang tepat. Ditambahkan tokoh masyarakat bahwa pada tanggal 31 Januari 2017 PT.DAS telah membuat surat pernyataan dengan bunyi PT.DAS tidak menimbulkan Polusi Udara dll. Begitu juga Diwaktu yang terpisah Hilman Polem Camat Gunungsitoli utara mengatakan,” kita dari kecamatan sudah berulang kali mengingatkan kepada pemilik perusahaan agar jangan terganggu masyarakat, kata Hilman Polem Kemudian, bagaimana masalah izin dari PT DELADA AGROMAS SAMUDERA ? Mengenai izin dari pada perusahaan PT DELADA AGROMAS SAMUDERA sampai sekarang masih belum kami terima tembusannya karena kita dari pihak kecamatan hanya mengeluarkan Rekomendasi pengurusan Izin pada saat itu, Ungkap Hilman Polem Camat Gunungsitoli Utara kepada wartawan. Dari pantauan wartawan beberapa pemerhati lingkungan, Ormas, lsm dan komunitas wartawan, salah satunya ALIANSI GAPERNAS (Gerakan Perjuangan Nias) kepulauan Nias investigasi kelokasi dan masyarakat menyampaikan keluhannya kepada aliansi ini dan dikatakan perwakilan ketua aliansi “diduga PT DELADA AGROMAS SAMUDERA telah membuat keresahan masyarakat olora khususnya Aroma bau tai ayam, nyamuk dan lalat yang luar biasà. Sehingga masyarakat menderita kerugian, PT.DAS harus segera nemindahkan kandang ayam petelurnya, usaha tidak layak dan belum mengantongi Izin AMDAL dan UKL/UPL. Seharusnya peternakan ini dasar 10 km dari pemukiman warga, malah peternakan PT.DAS ini hanya 50 meter sampai 100 meter, malah peternakan ini nampak dari jalan raya. Lanjut, a.n. pimpinan Gapernas mengatakan jelas-jelas Diduga PT.DAS melanggar UU Lingkungan Hidup No.32 thn 2009 bisa diancam 15 tahun penjara dan hukuman denda. Sampai berita ini diterbitkan belum ada pernyataan resmi dari pihak pemilik PT DELADA AGRONAS SAMUDERA terkait ke tidak kenyamanan masyarakat Olora karena bau tai ayam dan lalat serta nyamuk yang banyak. (Suar NW/Bern/Red)

 

banner 728x90

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini