oleh

PT DAS SAH DITUTUP OLEH PEMKO DAN DPRD GUNUNG SITOLI

Gunungsitoli │Senin(22/1/2018). Dihalaman DPRD kota Gunungsitoli sejumlah masyarakat 3 desa di Olora, korbam dampak pencemaran limbah peternakan PT.DAS menunggu kedatangan ketua DPRD Kota Gunungsitoli (senin 22/1/2018 pagi), dengan tuntutan tidak terima hasil Rapat khusus DPRD kota bersama pemerintah kota Gunungsitoli tertanggal 16/1/2018.

Kedatangan senin pagi ini diawali mempertanyakan kenapa surat hasil rapat khusus tidak diberikan kepada masyarakat 3 desa dan Aliansi Gerakan Perjuangan Nias (GAPERNAS) sebagai pelapor di Polres Nias, Polres Nias dan DPRD, dan/atau korban dampak polusi. “Dikatakan Trisman Harefa, Ss.M.Pd Harefa Tokoh masyarakat kepada wartapos kepulauan Nias, jika tidak ditutup 3 x 24 jam kandang ternak ayam petelur di dalam pemukiman warga ini, berarti di duga pemerintah kota

Gunungsitoli tidak manusiawi, barusan saja kami menderita ditahun baru ini akibat lalainya PT.Delada Agromas Samudera mengatasi limbah kotoran ternaknya, dan lebih parah lagi beberapa bulan yang lalu, mayat nenek kami ratusan lalat menghinggapi,.kain penutup mayatnya saat disemayangkan dirumah, tidak berada jauh dari lokasi peternakan”, tutur trisman tegas.

Lanjut, kurang lebih 1 jam Herman Jaya Harefa,S.Pdk selaku ketua DPRD kota Gunungsitoli tepat baru datang dikantor, menyambut baik aspirasi dan desakan warga dan Gapernas.

Sehingga wargapun dipersilakan masuk keruangan ketua DPRD. Dikesempatan itu, warga dan aliansi mendesak agar segera ditutup atau dipindahkan peternakan pembawa dampak buruk bagi masyarakat Olora. Ketua DPRD Herman Jaya Harefa, menjelaskan “bahwa kami DPRD telah memparipurnakan Rapat Khusus ini dan telah kami selenggarakan Rapat Khusus ini bersama Permerintah Kota Gunungsitoli yang dihadiri oleh seluruh pimpinan DPRD, komisi dan anggota DPRD serta juga dihadiri Sekda kota Gunungsitoli, Kadis Lingkungan Hidup serta instansi terkait pemko. tertanggal 16/1/2018, paparnya. Lanjut, DPRD kota Gunungsitoli menyimpulkan dan menyatakan sesuai data bahwa PT.DAS ( Delada Agromas Samudera) usaha peternakan ayam petelur di Olora ini tidak.memiliki izin usaha, baik AMDAL maupun UKL- UPL nya dan meminta pemerintah kota Gunungsitoli agar segera nenutup peternakan ini, karena berdampak buruk kepada masyarakat 3 desa dan sangat meresahkan.

Ditambahkan, karena warga mendesak tutup dan kami bukan tidak memberikan surat hasil rapat dan risalah rapat, maka besok tgl 23/1/2018 akan kami surati walikota Gunungsitoli bapak Lakhomizaro Zebua agar tidak berlarut -larut dan mempercepat ditutupnya peternakan ini. Warga dan Gapernas, menjawab penjelasan ketua DPRD ini, menyatakan, kami mengundurkan niat untuk aksi demo kamis 25/1/2018 ini karena yakin dan percaya kepada DPRD kota , namun kami tetap hanya bersabar 3×24 jam terhitung hari ini, tegas kata pimpinan warga dan Gapernas. Ditempat terpisah, wartawan menhimpun informasi bahwa Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam hal ini Satpol PP telah mengeluarkan surat peringatan 1(SP 1) kepada Pengusaha PT.DAS agar segera ditutup peternakan ini paling lambat tanggal rabu 24/1/20!7 dan surat ditanda tangani oleh kasatpol PP kota Gunungsitoli MURNI DARMA; SH dan sudah sesuai SOP satpol PP. Dinyatakan oleh Trisman Harefa warga Olora kepada wartawan, pagi(23/1/2018) bahwa benar sudah menerima surat dan hasil risalah rapat kerja DPRD dan tembusannya diwarga 3 desa, Gapernas kepulauan Nias, Gereja, sekolah, Mesjid disekitar Olora, papar Trisman. Ditambahkan Trisman, kami masyarakat 3 desa menegaskan bahwa jika tidak bisa pemerintah kota Gunungsitoli menutup PT.DAS ini, sama hal ini kami warga ribuan ini dibiarkan mati, sambil mengakhiri. ( TIM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed