oleh

Proyek Siluman di Taman Bunga Kayu Aro Dikerjakan Asal Jadi

Kerinci, Jambi – Pengerjaaan proyek yang asal – asalan masih menjadi hal yang menggiurkan bagi segelintir oknum kontraktor demi “menilap” uang rakyat kekantong pribadi mereka. Seperti yang terjadi pada proyek renovasi taman bunga berlokasi di desa Tanjung Bungo Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci, oknum kontraktor yang mengerjakan renovasi dan penataan taman bunga Kayu Aro ini dengan sengaja tidak memasang papan nama kegiatan untuk mengelabui masyarakat demi meraup keuntungan yang sebesar – besarnya.

Pengamatan awak media dilapangan sabtu 20/06, oknum kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut tidak memperdulikan mutu proyek yang dia kerjakan dan tidak memasang papan nama kegiatan, mirisnya lagi setelah dua hari berturut – turut diamati tak seorangpun pengawas lapangan dari dinas terkait hadir pada saat pekerjaan sedang berlangsung hingga diduga kuat proyek tersebut dikerjakan “asal jadi” tanpa memperdulikan standar mutu dan ketahanan proyek.

Pengerjaan proyek renovasi dan penataan taman bunga tersebut jelas sudah sangat menyalahi UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, Perpres nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah, Keppres nomor 80 tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (Permen PU 29/2006).

Surya Amri salah seorang warga yang tinggal disekitaran lokasi proyek tersebut mengatakan kepada wartawan wartaposgroup Sabtu 20/06 bahwa kegiatan renovasi taman bunga ini terkesan menutupi dari pengawasan masyarakat.

“Kami tidak tau perusahaan apa yang mengerjakan dan dari mana serta berapa biayanya. Sehingga masyarakat sulit untuk ikut mengontrol pelaksanaanya mulai dari awal hingga selesai, hal ini tentu menimbulkan pertanyaan bagi kami masyarakat,” terang Surya Amri

Jika memang sesuai hasil pengamatan awak media ini bahwa pengawas jarang turun kelapangan, maka sudah dapat di pastikan bahwa kualitas proyek renovasi dan penataan taman bunga Kayu Aro akan cacat mutu.

Yang lebih mengherankan lagi, proyek renovasi dan penataan taman bunga Kayu Aro sampai saat ini di LPSE Kabupaten Kerinci belum muncul nama kegiatannya dan nama perusahaan pemenang yang mengerjakannya. Berdasarkan Perpres 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah seharusnya setiap kegiatan pengadaan barang/jasa pemerintah yang melibatkan pihak ke tiga (rekanan) baik itu yang ditenderkan atau penunjukan langsung seyogyanya haruslah melalui tahapan lelang di LPSE meskipun itu non kompetisi yang nilainya dibawah 200 juta. Hal ini tentu menjadi tanya besar bagi kita semua apakah ada orang “kuat” dibalik perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut.?

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui siapa rekanan atau perusahaan yang mengerjakan proyek renovasi dan penataan taman bung kayu aro untuk diminta tanggapannya.(cdr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini