oleh

POLRES NIAS JUMPA PERS TENTANG PENANGKAPAN 13 ORANG DI HOTEL BINAKA II

POLRES NIAS JUMPA PERS TENTANG PENANGKAPAN 13 ORANG DI HOTEL BINAKA II

Kepulauan Nias (29/1/2018) l Kasat Norkoba IPTU Sonitehe Zalukhu paparkan Pers Release di halaman polres Nias, senin 29/1/2018 bersama unit tetkait dan satuannya, terkait penangkapan 14 orang diduga pengedar dan pengguna narkoba jenis pil di hotel binaka II jalan Patimura desa mudik kecamatan Gunungsitoli kota Gunungsitoli- Nias Sumatera Utara.

Dipaparkan kasat Soni, 3 warga sipil berinisial FZ , YPZ dan JS serta 1 orang oknum polisi inisial HHM yang ikut diamankan pada pesta narkoba di Hotel Binaka II, resmi ditahan dirutan polres Nias, paparnya.

Lanjut, masyarakat sipil 13 orang yang kita amankan, 3 orang di tahan, 2 di rehabilitasi, 5 di serahkan di BNNK untuk asestment dan tiga orang dibebaskan,” tutur kasat narkoba.

Diteruskan kasat, oknum polisi HHM yang bertugas di polres Nias ditangkap karna pendalaman dan pengembangan serta pengakuan para pelaku, barang haram pil ekstasi ini dari HHM.

3 warga sipil yang dibebaskan berinisial FZ alias A, HL alias RL dan TZ alias AY, tuturnya.

Para tersangka FZ dan JS diancam pasal 114 jo pasal 112 UU RI NOMOR 35 tahun 2009 tentang pemberantasan narkotika dan obat terlarang dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara.
Untuk YPZ dijerat pasal 114 jo pasal 116 jo pasal 112 diancam pidana hukuman paling singkat 5 tahun penjara, dan paling lama 15 tahun penjara dan oknum polisi HHM dijerat dengan pasal 114 jo pasal 112 dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara, bebernya.

Seterusnya kasat menjelaskan, barang bukti yang telah diamankan, berupa tiga butir pil ektasi warna kuning, tiga pil ekstasi warna kuning yang tinggal setengah dan satu butir pil ekstasi warna merah.

Tanggapan ketua LSM dan Ormas di Nias Suar Natal Waruwu, A.Md, penangkapan dan penyidikan kasus ini merupakan keberhasilan polres dan patut di apresiasi. Demi mencegah dan memberantas peredaran Narkoba dikota Gunungsitoli, namun perlu juga disikapi, Cave remang, pup, dan hotel dijadikan tempat hiburan, jelas dan sangat nampak bahwa usaha ini ada backing, ini perlu di inveatigasi. Untuk itu diminta polres Nias dan Satuan terkait pemerintah kota Gunungsitoli memberikan tindakan hukum yang tidak tebang pilih, diduga pasti ada keterlibatan pemilik usaha dalam hal ini.

Dapat diduga segaja membiarkan, turut membantu dan mengetahui dan/atau untuk memperlancar usahanya.(TIM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed