oleh

Pihak Terkait di Minta Bertindak Tangkahan Pasir Disinyalir Ilegal di Sungai Asahan

Asahan (SUMUT) wartaposgroup -Maraknya bisnis pertambangan material pasir dan batu kerikil atau juga bahan lainnya dengan sebutan sirtu di sungai Asahan disinyalir tampa izin terus gencar beroperasi 05/06/2019.

Bagaimana tidak, mereka atau para penambang melakukan penyedotan pasir atau penggalian kerikil terlihat terlalu bebas dan tidak perduli pada epek terhadap keramaian masyarakat sekitar dan ekosistim sungai, apalagi saat melintas diatas jembatan penghubung kecamatan bandar pulau dengan kecamatan aek songsongan tampak jelas pemandangan yang mengganjal mata ini. deretan mesin penyedot pasir diduga ilegal tanpa ijin sedang beroperasi, bahkan mereka seakan tidak takut akan sanksi dan petugas aparatur negara

Invistigasi lapangan awak media menemui salah seorang penambang berinisial “UM” saat ditemui wartaposgroup guna konfirmasi tentang usaha diduga ilegal justru mengatakan dirinya sudah biasa berhadapan dengan pihak yang berwajib.

“ Kita sudah biasa berhadapan dengan pihak berjawib atau pihak terkait, ya itulah kita sama – sam pengertian “ jelasnya.

Efryl Harminta Ketua Lembaga DPC.FSWDI kabupaten Asahan menyebutkan keheranannya terkait perkataan “UM” yang mengatakan sudah terbiasa berhadapan dengan pihak berwajib.

“ Aneh terdengar, bahasa “UM” yang mengatakan sudah terbiasa berhadapan dengan pihak berwajib, ini patut di curigai apakah mereka sudah bekerja sama dengan oknum pihak berwajib melegalkan kegitan ilegal, bilaman benar begitu tidak salah penambangan galian C yang di duga Ilegal marak terjadi di sungai Asahan” ketusnya.

Pihak lembaga kami sedang mengumpulkan data yang lebih akurat lagi guna melaporkan kasus penambang ilegal ini kepihak Tipiter mapolres asahan dan kita akan kawal kasus ini, hingga benar – benar melalui proses hukum yang berlaku dinegara ini” Tutup. (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini