oleh

PERTAMBANGAN DI ANGKOLA DI SIDAK POLISI, DI DUGA ILEGAL

banner 728x90

Wartaposgroup.com, Tapanuli -Polres Tapanuli Selatan melalui Kanit IV Tipidter Ipda Mulyadi, bersama dengan personil Unit IV Tipidter dan Opsnal Tipidter melakukan penindakan kegiatan pertambangan tambang emas tradisional illegal, yang diduga menggunakan bahan kimia merkuri pada saat proses pemisahan biji emas dari batu mineral yang beroperasi di Desa Dolok Godang Kec. Angkola Selatan Kab. Tapanuli Selatan, Jumat, (10/11/2017) sekira 19.45 Wib. Penindakan dilakukan sesuai Surat Perintah Tugas Nomor : Sprin-Gas / 965 / XI / 2017 / Reskrim, tanggal 10 Nopember 2017, dan Surat Perintah Penyelidikan Nomor : SP.Lidik / 193 / XI / 2017 / Reskrim, tanggal 10 Nopember 2017. Dari hasil penindakan, Ipda Mulyadi menerangkan kepada awak media telah mengamankan 2 (dua) orang pekerja atas nama TT dan TR sedang beroperasi di gelundung milik HS sedang melakukan pengolahan emas, dan barang bukti yang diamankan 2 (dua) gumpalan kecil emas yang dibalut merkuri sebesar ujung jari kelingking orang dewasa, 1 (satu) botol Mercury / HG Special For Gold 99,999% berisi merkuri, ½ (setengah) botol Mercury / HG Special For Gold 99,999%, 1 (satu) buah ember plastik besar warna Hitam, 1 (satu) buah baskom warna Merah dan 1 (satu) buah baskom warna Hijau. Ipda Mulyadi melanjutkan, fakta-fakta yang ditemukan dan petunjuk di lapangan maka patut diduga telah terjadi tindak pidana, bahwa usaha penambangan tersebut tanpa “IUP, IPR atau IUPK” (tentang ijin pertambangan rakyat) , dan sudah melanggar pasal 158 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman penjara 10 tahun, dan cara melakukan penggalian tanah hingga menjadi lobang yang akan menghasilkan batu mineral, kemudian batu mineral tersebut dibawa ke tempat pengolahan dan diolah dengan menggunakan mesin gelundung yang bertujuan menghasilkan emas, dan dalam hal proses pemisahan batu mineral untuk menghasilkan emas diduga menggunakan zat kimia berupa merkuri. Saat dikonfirmasi tindak lanjut kepolisian, Ipda Mulyadi menerangkan bahwa pihak Kepolisian akan melakukan kordinasi dengan Dinas Pertambangan Prov. Sumatera Utara terkait kegiatan penambangan illegal, dan jika terpenuhi alat bukti maka terhadap kegiatan tersebut ditingkatkan ke penyidikan dengan menerbitkan Laporan Polisi terlebih dahulu (bern)

banner 728x90

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini