oleh

Pengelolaan Dana BOS SD 111/III Koto Tebat Sarat Kecurangan?

KERINCI, Jambi – Kejanggalan pengelolaan dana BOS Afirmasi oleh Kepala SD 111/III Koto Tebat Kecamatan Air Hangat Timur inisial ‘SRD’ nampaknya sudah mulai terendus, hal ini bermula dari dugaan tidak dilibatkannya bendahara, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta komite sekolah dalam hal pengelolaan.

Transparansi pengelolaan dana BOS mengharuskan setiap lini komponen sekolah (kepala sekolah, bendahara dana BOS, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan komite) terlibat secara langsung dalam pengelolaan dana BOS. Dengan demikian perspektif lama yang memandang sekolah adalah urusan dan tanggungjawab kepala sekolah, pendidik, serta tenaga kependidikan saja, tidak lagi menjadi stigma negatif ditengah masyarakat.

Dana BOS Afirmasi yang nota benenya adalah bentuk perhatian pemerintah dalam menunjang penyelenggaraan pendidikan sekolah. Melalui upaya pendanaan ini, diharapkan aktualisasi atas delapan standar nasional pendidikan dapat tercapai secara maksimal.

Sesuai dengan Permendikbud nomor 31 tahun 2019 tentang petunjuk teknis Bantuan Operasional Sekolah Afirmasi pada pasal 6 point 1menjelaskan bahwa:
Pendapatan total dana BOS Afirmasi untuk setiap sekolah berbeda-beda. Setiap sekolah menerima kucuran dana BOS Afirmasi sebesar Rp.24.000.000 dan ditambah Rp.2000.000 x peserta didik dalam satu tahun pelajaran di sekolah tersebut, khusus untuk SD 111/III Koto Tebat yang nota bene jumlah peserta didik yang di laporkan sebanyak 40 murid, maka dapat kita pastikan jumlah kucuran dan BOS Afirmasi yang dikelola SRD pada tahun ajaran 2019 adalah sebesar Rp.24.000.000 ditambah jumlah murid 40 dikalikan Rp.2000.000 menjadi Rp.80.000.000 sehingga dengan jumlah total keseluruhan menjadi Rp.104.000.000.

Tapi lain halnya dengan pengakuan SRD selaku Kepala SD 111/III Koto Tebat pada hari Rabu(3/5), SRD justru menyampaikan hal yang jauh melenceng dari juknis permendikbud.

“Pada tahun 2019 kami tidak pernah menerima dana BOS Afirmasi dalam bentuk uang, kami menerima nya dalam bentuk barang dan itupun hanya senilai Rp.56.000.000 saja” ungkapnya.

Lanjut, melalui sambungan telpon kami juga berhasil menghubungi Kadis Pendidikan Kabupaten Kerinci terkait kebenaran informasi tersebut. Lagi – lagi jawaban yang kami dapatkan pun hampir sama, dan terkesan berbelit – belit.

“Tidak ada yang aneh, hal ini memang biasa terjadi, pendapatan dana BOS Afirmasi di setiap sekolah tidak selalu sesuai juknis” ungkap nya.

Ditempat terpisah tim media Wartapos.co.id menemui Kumaini Sekjen LSM GERANSI untuk meminta tanggapan perihal kejanggalan pengelolaan Dana Bos Afirmasi di SD 111/III Koto Tebat.

Kumaini (Sekjen LSM GERANSI) menuturkan pengelolaan Dana BOS harusnya mengacu pada Juknis Permendikbud, demi menghindari potensi penyelewangan baik dari pihak pengelola maupun dari pihak penyalur.

“Hal ini cukup aneh dan janggal bagi saya, karena di juknis Permendikbud pasal 7 point 1 dijelaskan peruntukan dana Bos Afirmasi tidak hanya untuk pengadaan barang saja sebagai penunjang akses Rumah Belajar, tapi juga ada peruntukan bagi Daya dan Jasa, yang bisa kita artikan sebagai pembiayaan untuk penunjang kinerja tenaga pendidik dalam hal ini tentu saja para guru honorer,” ungkap nya.

Lebih lanjut Kumaini menjelaskan yang lebih mencengangkan lagi dari alokasi total yang tertera di lampiran Juknis Permendikbud pada kolom Provinsi Jambi Kabupaten Kerinci nomor urut 38 dengan nomor NPSN 10502251 bahwa; SD 111/III Koto Tebat harusnya pada tahun 2019 mendapat kucuran dana Bos Afirmasi sebesar Rp.104.000.000 tapi mengapa pengakuan SRD selaku Kepala Sekolah tersebut justru hanya mendapat Rp.56.000.000 dan itupun dalam bentuk barang saja.

“Masalah ini harus dicari kebenarannya, kalau memang indikasi penyelewengan atas dana Bos ini semakin kuat, ada kemungkinan berlanjut ke ranah hukum” ungkap Kumaini Sekjen LSM GEANSI.(Dopi).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini