oleh

Pemda Konsel Bersama Kemenpar RI dan Dispar Sultra Gelar Aksi Sapta Pesona di Namu

-Wisata-192 views
banner 728x90

SULTRA, Konsel – Setelah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan pariwisata nasional oleh Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar), yang ditandai dengan berkunjungnya Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Prof. Hj Diah Hadiningsih beberapa waktu lalu, kini objek wisata Desa Namu di bawah Otorita Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel) terus berbenah diri.

Bentuk kegiatan tersebut Salah satunya dengan menggelar kegiatan Aksi Sapta Pesona bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar RI) dan Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sultra yang di hadiri oleh Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan (DPIK) Kemenpar RI, Ujang Sobari, SE, MM Sekdispar Sultra, Sumanto SH, Kadispar Konsel, AB Subair, SPd, MPd, Camat Laonti Armunanto AP, Kabidpar Muh Aswan SE, MSi dengan peserta dari warga Namu yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bertempat di Desa Namu, Minggu (9/9/2018).

Dimana, Sapta pesona merupakan jabaran konsep wisata untuk mendorong berkembangnya industri pariwisata disuatu daerah, dengan melibatkan peran serta masyarakat setempat untuk menciptakan dan menjaga lingkungan agar selalu bersih dengan suasana yang kondusif melalui perwujudan Tujuh Unsur yang tertuang dalam Sapta Pesona diantaranya Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan.

Aksi sapta pesona di rangkaikan dengan aksi sadar wisata, bersih – bersih dan penanaman pohon bakau sepanjang pantai namu yang anggarannya berasal dari dana dekonsentrasi Kemenpar melalui Dispar Provinsi dan Kabupaten, serta penyerahan bantuan yang di terima langsung Ketua Pokdarwis, Muhamadong, berupa 20 bibit pohon pala dan bakau, 50 serokan sampah, 50 sapu lidi, 3 tong sampah, 100 kantong plastik sampah besar, 2 gerobak sampah, 1 buah rambu sapta pesona, dan 8 buah pelampung.

Dalam sambutannya, Deputi PIK Kemenpar RI Ujang Sobari mengapresiasi terobosan yang di lakukan Pemerintah Daerah dan pihak yang terkait yang telah menjadikan Namu sebagai destinasi wisata baru yang menurutnya sangat indah dan unik, karena setelah berkeliling di beberapa lokasi wisata hanya ditempat tersebut suasana pantainya sejuk dan airnya tidak terlalu asin.

“Saya bersama rombongan tiba kemaren sore, dan kami melihat potensi yang luar biasa yang menjadi unggulan tersendiri yang tidak dimiliki tempat wisata lain, yang mana jarang ada objek wisata pantai langsung berdampingan dengan pegunungan atau hutan sehingga pantai ini sejuk dan airnya tidak asin, karena sumber air dekat dengan pepohonan, yang berseberangan dengan anggapan kita pada umumnya bahwa pantai itu panas,” pujinya.

Sehingga, kata Ujang, dengan kegiatan Sapta Pesona ini diharapkan bisa meningkatkan semangat Pemda khususnya warga desa untuk lebih bergairah dalam menggerakkan dan mengembangkan Pantai Namu dalam suasana alamiah atau apa adanya dengan mengedepankan pelestarian alam.

“Diluar daya tarik alam, tugas kita adalah bagaimana mendorong masyarakat menciptakan inovasi tersendiri sehingga menjadi daya tarik dengan menjadikan kebiasaan warga sebagai tontonan wisatawan, misalnya membuat program pentas seni tarian setiap minggu/bulan atau menyuguhkan tarian setiap ada tamu yang datang ke tempat ini, jangan hanya pada acara seremonial saja,” jelasnya.

Ujang juga berpesan kepada warga, untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan pantai setiap saat agar bisa menarik dan membuat betah para wisatawan serta membuat spot-spot Foto atau tempat berselfi ria di setiap sudut kampung, sehingga wisatawan bisa mengirimkan hasil jepretannya melalui medsos yang juga bagian dari promosi untuk menarik minat wisatawan lainnya.

“Selepas ini, saya juga akan melaporkan ke pimpinan level atas terkait penganggaran pengembangan wisata Namu, kami yakin dan pasti ada tindak lanjut terkait hal tersebut, dan karena sistem penganggaran tahun ini telah berjalan maka akan di ajukan untuk program kerja tahun 2019, dengan harapan makin banyak wisatawan yang berkunjung sehingga kedepan Desa Wisata Namu ini menjadi Destinasi wisata yang berkembang,” tandasnya.

Sedangkan, Sekretaris Dinas (Sekdis) Pariwasata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Sumanto, SH juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Pemda khususnya Dispar Konsel karena telah memfasilitasi kegiatan sapta pesona sehingga terlaksana dengan baik,  yang mana hasil survey yang telah dilaksanakan Dispar Provinsi menunjukkan bahwa desa wisata Namu sangat membanggakan dan layak di promosikan ke tingkat nasional sebagai destinasi wisata yang memiliki keunikan daya tarik wisata alam serta budaya, dan juga telah memiliki sarana Homestay dan sarana pendukung lainnya yang telah memenuhi standar dan layak untuk di gunakan para wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara.

“Kami berharap kepada Dispar Konsel dan stake holder dan komponen masyarakat desa namu agar lebih meningkatkan kesadaran serta partisipasinya dalam mendukung kepariwisataan ini, sebab tanpa adanya kerjasama tidak akan mencapai hasil maksimal sesuai harapan kita bersama yakni menciptakan konsep kepariwisataan yang berbasis masyarakat dan berkelanjutan,” urainya.

Yang mana saat ini, lanjutnya, pariwisata telah berhasil mengangkat kehidupan masyarakat dan mampu mendorong dan menumbuhkembangkan suatu wilayah, sehingga dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat akan mamfaat keberadaan pariwisata mengalami peningkatan dengan dukungan penuh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, ” Jadi selamat mengikuti kegiatan aksi sadar wisata dan sapta pesona serta aksi bersih-bersih semoga dalam mengelola kepariwisataan di namu bisa mencapai hasil yang lebih maksimal demi meningkatnya roda  perekonomian masyarakat setempat,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kadispar Konsel AB Subair, menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang sama serta berterima kasih atas program kegiatan sapta pesona yang di canangkan pihak Kemenpar RI dan Dispar Sultra, karena dengan kegiatan ini dapat memberikan mamfaat dalam berbagi dan sharing pengetahuan khususnya tentang kepariwisataan demi pengembangan Desa wisata Namu.

“Kegiatan ini juga memberi dampak positif dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan penghijauan yang merupakan bagian dari pelestarian alam suatu destinasi wisata, sehingga kedepan aksi ini dipandang sebagai suatu kebutuhan bagi warga namu yang moyaritas penduduknya dari suku tolaki dengan mata pencaharian utamanya sebagai petani kebun dan nelayan,” jelasnya.

Mengakhiri sambutannya, Subair juga mengatakan bahwa sebagai kelanjutan program pengembangan SDM pariwisata, kami berharap masih ada lagi beragam kegiatan yang di programkan Kemenpar RI khususnya dibidang pengembangan industri dan kelembagaan seperti program pelatihan teknis untuk para pelaku wisata yang ikut serta dalam kegiatan aksi ini, demi terciptanya Desa Wisata Namu yang unggul, mandiri dan berdaya saing sesuai perwujudan dalam 7 unsur Sapta Pesona,” tuturnya. (EN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed