oleh

Pedagang Pasar Doliga Mengeluh Dan Akan Lapor Polisi

-Featured, Nias-104 views

KEPULAUAN NIAS | Lebih kurang 38 Masyarakat Pedagang Pasar Doliga telah secara resmi menyurati Disperindag Kota Gunungsitoli. Mereka menyampaikan kepada Disperindag tentang keluhan dan protes tentang mahalnya sewa kios – kios tempat mereka berdagang.

Para pedagang dengan di dampinggi LSM Tim Khusus LP-RI serta Ormas Dan Lembaga kepulauan Nias. Keluhan para pedagang sebenarnya sudah terjadi dari tahun 2014 lalu, sesuai surat para pedagang waktu itu yang di tanda tanggani sebanyak 14 orang surat tertanggal 17/11/2014.

Para pedagang dan Pendamping LSM Tim Khusus LP-RI telah di sampaikan lansung kepada Kadis Perindag Kota Gunungsitoli pada Audensi bersama Walikota, DPRD, Kapolres Nias, Disperindag, Kabid DPMPPTSP (Perizinan) Kota Gunungsitoli.

Abdul Majid Caniago, SE, M.Si,kadis Perindag Kota Gunungsitoli mengatakan bahwa permasalahan ini akan di laporkan ke walikota “ Keluhan masyarakat secara tertulis akan di sampaikan kepada walikota dan dasar kami adalah Perda dan Perwal.” Jelasnya.

Saat ini lokasi kios – kios atau los – los di pasar Soliga telah di tempel pada tiap – tiap dinding Los dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian tentang pemberitahuan pengurangan izin tempat Usaha Kios atau Los yang di tandatangani oleh kadis perindag Abdul Majid Caniago, SE, M.Si. mengenai surat penundaan pengurusan izin Los di Pasar Rakyat Doliga di tunda dulu seperti di katakan oleh salah satu pedagang berinisial L kepada awak Media ini.

“ kami minta pihak pemkot Gunungsitoli menahan dulu penerbitan izin kios atau Los di pasar Doliga, di sebabkan, sewa kios belum stabil” pintanya.

Lanjutkan lagi oleh salah satu pedagang, “ Dalam suratnya tuntutan, Kami merasakan perputaran perdagangan dilokasi kios sekitarnya sangat sepi. 2. Didalam areal pasar Soliga banyak pedagang musiman berjualan sepanjang akses jalan masuk, akhirnya pembeli tidak dapat masuk kepasar tempat jualan kami, sehingga kami hanya dapat keuntungan kotor  hanya Rp. 25.000 s/d 50.000 per-hari, sementara sewa kios 9.000 s/d 18.000 perhari, jadi kami kesulitan, bagaimana biaya kebutuhan rumah tangga kami, biaya anak kami sekolah, biaya operasional kami. Jelasnya.

Dan juga, “ Pemerintah Kota Gunungsitoli, seharusnya pro rakyat karna pasar itu untuk rakyat, kami berharap Walikota Gunungsitoli tinjau kembali PERWAL yang ada secepatnya” tandasnya.

Ditempat terpisah Pedagang Ernawati Hatega sejak 2011 sampai 2016 tercatat nama dan telah memiliki izin dari Pemerintah Kota Gunungsitoli sebagai penyewa resmi kios, namun seminggu yang lalu dialihkan kepada orang lain” tutur Erna wati  seorang janda ini kepada media wartaposgroup.co.id

Erna keberatan dan akan melaporkan ini kepada Polisi seandainya kios miliknya ini dialihkan kepada orang lain” tegas Erna.( TIM- RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini