oleh

Nekad …!!! IWJ Buka Tempat Hiburan Di Gunung Sitoli Tampa Izin Keramaian

NIAS │Invistigasi kru media ini Sabtu ( 24/2/2018) Taman Yaahowu Kota Gunungsitoli di Kepulauan Nias. Dipertapakan lokasi Taman Yaahowu mengarah pelabuhan lama sedang berlangsung persiapan pendirian tempat hiburan rekreasi atau pasar malam.

Menurut informasi berasal dari kota Siantar, kegiatan tersebut di dikoordinir oleh IWJ dan SZ. Saat dikonfirmasi wartawan IWJ kordinator tentang kelengkapan perizinan usaha ini, IWJ mengelak, tapi temannya SZ mengatakan kepada “wartawan” tidak ada urusannmu “ apa urusan kalian” kata SZ tidak senang.

Penelusuran tentang perizinan kegiatan pasar malam di kompirmasikan kepada pihak SKPD terkait kota Gunungsitoli, dan tiga SKPD menjelaskan bahwa perizinkan usaha tersebut tidak ada alias pengusaha ini belum mendaftarkan diri dan belum memiliki legalitas usaha sesuai peraturan perundang-undangan dikota Gunungsitoli.

Selain itu, Kadis PUPR kota Gunungsitoli saat dikonfirmasi mengatakan “Izin pemakaian tempat itu sudah diberikan kepada pengusahanya dan telah berjanji pengusahanya tidak menyalagunakan tempat tersebut, mematuhi berbagai larangan berbentuk perjudian, Kegiatan ini bersifat permainan anak-anak “.Ketika ditanyakan wartawan tentang status MasterPlan Taman Yaahowu bahwa diperuntukkan untuk taman dan parkir kendaraan, kadis PU tidak mau menjelaskan.

Kasat Intelkam Polres Nias AKP.S Tarigan ” mengatakan kami dari Polres Nias belum memberikan Izin kepada pengusaha ini, baik kegiatan atau permainan ditaman yaahowu tersebut. Dengan turunnya berita ini, oknum pengusaha atau pemilik asli belum bisa ditemui.

Aksi nekad pengusaha kegiatan pasar malam di gunung sitoli, patut di acungkan jempol. Sebab, berani melakukan keramaian tampa izin keramaian dari pihak kepolisian setempat? (SN/TIM)

 

 

banner 728x90

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini