oleh

Menjadi Masyarakat Yang Bijak, Perlukah?

Oleh : Oktaviani Zega

(Mahasiswi S2 Magister Kesehatan Masyarakat Stikim IMA Jakarta Selatan)

Kesehatan sudah menjadi hal utama yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan dalam proses kehidupan karena dengan sehat hidup menjadi lebih mudah, sehingga banyak instansi yang ingin berlomba lomba menemukan cara terbaik untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan sebuah jaminan terbaik bagi masyarakat yang menerima pelayanan kesehatan dan membutuhkannya.

Sebab itu tidak hanya perusahaan swasta saja tetapi Negarapun memikirkan cara untuk membebaskan kesesakan dari kebutuhan untuk menjadi sehat terutama bagi masyarakat yang kurang mampu dan tidak memiliki kekuatan untuk memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan.

“BPJS Kesehatan sebenarnya bukanlah lembaga baru, Lembaga ini sudah terbentuk pada tahun 1968 dengan nama yang berbeda”

Jika dulu banyak orang yang mengenalnya sebagai nama PT Askes. Namun sekarang ini berganti nama menjadi BPJS sejak tahun 2014. BPJS atau singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ini merupakan salah satu program yang dapat memberikan berbagai program atau pelayanan, yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan dan juga membantu masyarakat Indonesia.

Sayangnya pada saat ini Indonesia mengalami keadaan yang buruk, berdasarkan prognosis BPJS Kesehatan, defisit arus kas perusahaan hingga akhir tahun ini bisa mencapai Rp. 16,5 triliun, termasuk akumulasi defisit tahun lalu sebesar Rp. 4,4 triliun. Kementerian Keuangan memang sebelumnya telah mengucurkan dana talangan untuk menutup defisit BPJS Kesehatan sebesar Rp 4,9 triliun. Alasannya beragam kenapa hal demikian bisa terjadi dan yang miris dalam keadaan ini adalah ada beberapa masyarakat yang menunggak untuk melakukan pembayaran rutin sementara dirinya lah yang sangat membutuhkan pengobatan atau pelayanan kesehatan.

Masyarakat menuntut untuk selalu ingin dinomor satukan karena memakai BPJS, sementara mereka tidak sadar hidup mereka dalam kredit. Rumah sakit banyak hutang diakibatkan oleh pembayaran yang menggunakan jasa BPJS.

Masyarakat selalu ingin diduluankan pelayanannya karena bpjs mereka lebih 1 tingkat dari pada masyarakat yang lebih membutuhkan tempat dan pelayanan duluan.

Tentunya hal ini dengan berbagai alasan kenapa sangat sulit untuk melakukan pembayaran secara rutin. Peluncuran BPJS pada saat awal pembentukan dengan harapan besar bahwa pelayanan kesehatan bisa diberikan secara merata untuk semua masyarakat indonesia.

Sebenarnya negarapun butuh partisipasi dari semua pihak yang menjadi anggota atau pengguna BPJS tersebut, tetapi banyak masyarakat yang ketika ditanya alasan tidak melakukan pembayaran karena kondisi ekonomi yang untuk makan saja tidak mampu membeli, hal ini memperlihatkan bahwasannya masyarakat belum paham maksud dan tujuan dari BPJS sendiri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini