oleh

Masyarakat Sudah Mulai Gerah Jalan Di Tanami Bunga

“Masyarakat Tanam Bukan Bunga Putri Malu, Tapi Tanam Bunga Bapak Malu Di jalan”

Wartaposgroup.com, Kosupen –Tingkat kerusakan jalan di kota sungai penuh propinsi Jambi ini terbilang sudah mencapai tingkat keresahan masyarakat. Belum di ketahui jelas apa penyebab kerusakan jalan di segitaran pusat kota sungai penuh tidak menjadi perhatian pihak pemkot terutama Bidang Bina Marga PU PR kota sungai penuh.

Terlihat saat ini masyarakat sudah mulai bertindak aneh aneh tanam bunga di gundukan timbunan jalan berlobang, ada yang menaruh ban bekas atau lainnya untuk sebagai rambu rambu keselamatan masyarakat pengendara.

Masyarakat setempat saat di kompirmasikan tentang penanaman bungga di atas tumpukan matrial timbunan mengatakan dengan singkat “ kasihan yang sedang berkendara, nanti jatuh menabrak gundukan timbunan jalan berlobang, takutnya yang sedang banyak fikiran tidak melihat adanya gundukan, di fikirnya jalan ini datar semua” ungkap masyarakat sambil mengumbar senyum.

Upaya untuk menghindari kecelakan bagi masyarakat pengendara di lakukan oleh masyarakat setempat dengan berbagai cara, rasa solideritas sesama sangat tinggi demi keselamatan orang lain masyarakat rela bersusah payah memasang tanda agar masyarakat tidak mengalami kecelakaan di jalan jalan rusak di pusat kota sungai penuh.

Namun pemkot sendiri sebagai mana tupoksinya, terpantau melalaikan tugas pokok dan fungsinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, usah kan untuk meningkatkan untuk memprtahankan kesejahteraan masyarakat nampaknya pemkot sungai penuh tidak mampu khususnya infrastruktur jalan di pusat kota sungai penuh, pantaun media ini pun terpantau infrastruktuk jalan di pusat kota tidak ada yang tidak berlobang dan kropos.

Dengan demikian di pertanyakan apa sebenarnya yang terjadi terhadap anggaran perbelanjaan daerah khusus infrastruktur jalan kota sungai penuh ini, bak kata pepatah orang tua dahulu pak walikota, semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, atau mungkin pura pura tidak tampak demi pribadi, kelompok dan ras (*1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed