oleh

Masyarakat Pungut Mudik Kecewa, Janji Politik Yenwen Dianggap Hanya Bual Belaka

KERINCI, Jambi – Hiruk pikuk pemilu legislatif pada April 2019 boleh saja berlalu, anggapan masyarakat pemilih tak lagi peduli apa yang terjadi setelahnya pun menjadi lumrah karena memang begitu, usai pemilu biasanya masuk kepada fase amnesia, legislator lupa akan janji, masyarakatpun tak kuasa bagaimana janji kampanye dapat ditagih.

Pun demikian yang terjadi di Desa Pungut Mudik Kecamatan Air Hangat Timur juga memiliki seorang anggota DPRD komisi 3 Fraksi PDI-P Yenwen,DPT yang notabene adalah Ketua DPC PDI-P Kabupaten Kerinci yang seharusnya menjadi tumpuan harapan masyarakat.

Seolah hanya memanfaatkan suara masyarakat untuk pengantar dirinya agar bisa melenggang mulus ke kursi Dewan yang terhormat, Yenwen lupa akan janji politik nya di dapil 3 bahkan di tanah kelahirannya sendiri.

Bagaimana tidak, sikap amnesia Yenwen terbukti tatkala masyarakat dilanda dampak secara ekonomi dan sosial dari wabah covid-19, sama sekali tak membuat hati anggota dewan yang satu ini tergerak untuk membantu warga, Ia malah sibuk memanfaatkan situasi dengan bagi-bagi masker yang mengatasnamakan partainya.

Tidak hanya sampai disitu, ketidak pedulian Yenwen terhadap warga makin jelas terlihat ketika musibah longsor dan banjir melanda Pungut Mudik tanah kelahiran nya, tidak terlihat sama sekali upaya yang dilakukan nya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dinas terkait yang membidangi bencana alam memperbaiki kerusakan yang terjadi di Desa Pungut Mudik.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Pungut Mudik yang tak ingin nama nya di publis menjelaskan kepada awak media Wartapos.co.id Selasa(14/7).

“Sampai hari ini kami menunggu janji-janji politik pak Yenwen, kami berharap sekali-kali beliau menyempatkan diri shalat jumaat di masjid Pungut Mudik, agar semua keluhan masyarakat bisa lansung beliau dengar, apalagi disaat banyak titik longsor seperti sekarang dan hutan adat yang semakin gundul, kami ingin melihat aksi nyata beliau” ungkap nya.

Nasib miris yang di alami masyarakat Pungut Mudik akibat janji politik sungguh membuat siapa saja menjadi geram, karena sebenarnya janji adalah konteks yang tak perlu ditagih, karena ia adalah hutang yang mesti diupayakan untuk dibayar dalam medan pengabdian sumpah jabatan.

Sederhananya, mereka para legislator yang duduk mewakili rakyat adalah sekumpulan manusia yang telah disumpah.(Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini