oleh

Lintas Penyelundupan Baby Lobster Masih Aktif di Jambi

-JAMBI-3 views
banner 728x90

Jambi – Wilayah Perairan Timur Jambi sejauh ini masih menjadi jalur perlintasan penyelundupan baby lobster dari Indonesia menuju negara tujuan seperti Singapura buktinya Penyelundupan Baby Lobster, Box berisi baby lobster yang diamankan petugas pada 15 Peb 2021 20:19 Wib lalu

Dikatakan Kasi Wasdalin, Balai Karantina Ikan dan pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi, Paiman, baby lobster jenis pasir dan mutiara yang diselundupkan melalui jalur perairan Jambi dapat dipastikan tidak berasal dari Jambi, melainkan dari daerah lain seperti Lampung, Bengkulu, perairan Banten dan daerah lain di Jawa.

Selain itu, kondisi geografis dan karakteristik perairan di Jambi tidak memungkinkan untuk perkembangbiakan baby lobster. Ditambahkannya, upaya penyelundupan baby lobster melalui perairan Jambi setiap tahun selalu terjadi, dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

“Modus para pelaku juga masih modus lama, yaitu dengan jaringan terputus, sehingga sulit untuk dibongkar,”ujar Paiman.

Sejak Januari lalu, setidaknya sudah ada dua kasus penyelundupan baby lobster yang berhasil digagalkan oleh petugas, yaitu pada 19 Januari di wilayah hukum Polres Tanjungjabung Barat dengan barang bukti lebih dari 401 ribu ekor, senilai Rp. 40, 5 miliar, dan pada 21 Januari lalu di wilayah hukum Polres Tanjungjabung Timur, dengan barang bukti sebanyak 85 ribu ekor baby lobster senilai Rp 2, 3 miliar rupiah.

Dijelaskan Kapolres Tanjung jabung Barat, AKBP Guntur Saputro, Tanjung jabung Timur dan Tanjung jabung Barat menjadi jalur favorit dari para penyelundup yang lebih para lagi jalur di tanjab timur.

“Karena 1wilayah tersebut berbatasan dengan air dan memiliki banyak lokasi titik-titik untuk mereka bisa transit dan memindahkan barang ataupun kotak-kotak berisi benih lobster untuk dipindahkan ke speedboat,”ujar AKBP Guntur Saputro, Senin (15/2/2021).

Sementara data Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan atau BKIPM Pusat menunjukkan, selama tahun 2020 lalu, secara nasional ada 21 kasus penyelundupan baby lobster yang ditangani.

Terbanyak ada di Jambi yaitu sebanyak delapan kasus, sedangkan wilayah lain hanya empat dan rata-rata satu kasus. Guna menekan angka penyelundupan, pihak BKIPM terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memperkuat pengawasan terhadap penyelundupan benih lobster.

Meski Jambi hanya merupakan perlintasan, namun Paiman berharap masyarakat Jambi tidak tergoda untuk menjadi bagian dari jaringan penyelundup baby lobter. Kebijakan pemerintah melarang pengambilan dan pengiriman baby lobster, semata-mata dilakukan demi kelestariannya di Indonesia. Penulis (ANDI Korwil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini