oleh

KPUD PALI Gelar Sosialisasi Hadirkan Barongan “Sound Jelek” Warga Pinsan

PALI | Proses pemaparan pola dan cara yang sesuai dengan aturan tentang Pemilu terhadap Masyarakat oleh KPUD PALI. Terpantau di warnai dengan kekecewaan masyarakat PALI. Khususnya masyarakat Talang Ubi dan Para undangan dari PPK, PPS tingkat Kelurahan dan Desa se-Kabupaten PALI. Juga merasakan hal yang sama, terhadap pelaksanaan Sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) PALI yang berlangsung di Lapangan Gelora November Pertamina Pendopo   Sabtu sore 21/04/2018.

Dalam event besar ini, terlebih untuk memperingati hari Jadi Kabupaten PALI serta guna untuk mensosialisasikan Pegelaran Seni Budaya Membangun Pemilih Berdaulat guna mensukseskan Pemilu serentak 2019, pelaksanaan sosialisasi tampak kurang persiapan.

Melihat kegiatan ini sepertinya event organizer ada kesiapan matang, dimana puluhan undangan tidak mendapatkan fasilitas yang memadai. bukan itu saja, yang kami rasakan melainkan kami juga merasa sepertinya di bohongi oleh pihak panitia penyelenggara.

Salah seorang panitia (Adella/red) anggota Komisioner KPU PALI mengatakan kalau acara ini bagi yang mendapatkan undangan resmi akan mendapatkan Baju kaos setelah mengisi buku tamu.

“ Bagi undangan resmi akan mendapat baju kaos, setelah mengisi buku tamu” jelas Adella.

Namun kenyataannya, para tamu undangan di kecewakan. Apa yang di katakan pihak panitia tidak terbukti, capek – capek datang tidak dapat apa – apa.

Hal itu juga di ungkapkan oleh Joni salah satu undangan anggota PPS Betung Abab. Sabtu (21/04/2018) sore bahwa stan-stan instansi yang berada di dalam lokasi tidak ada kipas penyejuk udara menyebabkan para pengunjung kegerahan.

Satan – stan di sini tidak ada penyejuk udara, pengunjung pada kegerahan, baju kaos yang di janjikan panitiapun tidak jelas ada atau tidak, katanya setelah mengisi buku tamu lansung di berikan baju, kenyataannya sampai detik ini baju kaos tidak ada” keluh Joni salah satu PPS Betung Abad

Kemudian Joni juga menyayangkan apa yang seharusnya di gelar pada acara sosialisasi tersebut. tampak tidak di laksanakan, hanya terlihat seperti acara hiburan semata.

“Sehingga informasi yang seharusnya saya dapatkan, terkait HUT Kabupaten PALI dan  Pegelaran Seni Budaya Membangun Pemilih Berdaulat guna mensukseskan Pemilu serentak 2019 dalam acara ini tidak kami dapatkan” keluh Joni lagi.

Di nilai KPU PALI belum siap untuk melaksanakan acara sosialisi dan itu sangat di sayangkan jadi kami berharap kepada KPU PALI jika ingin mengadakan even besar seperti ini harus benar siap jangan sampai seperti ini lagi karena even ini hanya satu tahun sekali jadi hari lebih sigap lagi yang anehnya lagi di acara tersebut.

Yang mendapatkan fasilitas  yang memadai bukan para undangan PPK, PPS malahan anak-anak sekolah yang berada di dalam tenda sedangkan dari PPK, PPS desa di biarkan berdiri di parkiran,”tambah Joni.

Seorang warga yang menyaksikan sosialisasi tersebut, Yeni Trimurti dewi (40) merasa terganggu dengan suara sound. Menurutnya, sound di acara sosialisasi itu sangatlah bising sehingga tak terdengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh sumber.

“Ini kan sepertinya anggaran besar, Bagi saya sosialisasi ini baik, Tapi sayang sound-nya kurang baik jadi gak jelas suara yang disampaikannya. Semoga ke depan lebih baik lagi,” katanya di lokasi.

Warga lainnya, Sentot Hidayatullah (35) mengaku memang suara sound yang dipakai dalam acara tersebut sangatlah jelek. Sentot menyebut soundmand-nya tak balance antara ketegangan listrik yang besar namun sound-nya kecil.

“Jadi hasilnya suara yang dikeluarkan pecah. Power suplly-nya gak mengangkat,” pungkasnya.

Adeila Rosita salah satu anggota Komisioner KPUD PALI saat di mintai keterangannya mellaui via Whats Apps   sabtu 21/05/2018 sore mengatakan bahwa” ini nomor bu susi 082372xxxxxx, saya hanya Len sektor bukan pengatur teknis dalam acara tersebut.

“ Saya hanya sebagai lan sektor saya Kasubag Umum yang diamanatkan sebagai Ketua Panitia Dari kegiatan ini, minta SK sama mereka disana nanti ketahuan,” Pungkasnya.

terpisah Susi Kasubaq Umum sekaligus Ketua Panitia pelaksana saat di konfirmasi via whatsapp sampai saat ini belum dapat di minta jawaban.

Berdasarkan pantauan di lapangan ada salah satu undangan pingsan karena kelaparan dan puluhan undangan berdiri di dekat parkir di lapangan yang terkena terik matahari.

Penulis : Dgl

Editor    : D. Efendi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini