oleh

KORBAN MINTA PRESIDEN TURUN TANGAN PT. PERTAMINA SUMUT TIDAK BERTANGGUNGJAWAB?

-NASIONAL-49 views

 

“MOBIL TANGKI PT. PERTAMINA SUMUT TABRAK AYAH IBU DAN ANAK, SIKORBAN SAMA SEKALI  TIDAK PERNAH DI PEDULIKAN”

Wartaposgroup.com, PAKPAK BHARAT SUMUT, – Ironisnya nasib korban tabrakan bapak, istri dan anak tidak di perhatikan oleh pihak penabrak tengki milik pihak PT. Pertamina Sumut. kejadian tersebut pada tanggal 22 april 2016 tahun lalu sampai saat ini perkara belum selesai.

Korban Laka lantas Pildo j Sinamo (35 tahun) Suami, Panni Parhusip (36 tahun) istri, Hutri Sinamo (4 tahun) anak

“kronologis kecelakaan berlangsung, saat pihak korban sepulang menjenguk ibu kandungnya di Pematang Siantar Sumut karena sakit parah dan ingin pulang ke kampunya di Kabupaten Pakpak Bharat Sumut dengan mengendarai mobil merek toyota Fortuner BK 777 JH di kemudikan Agus Banuarea milik pamili sikorban.

Dalam hal tabrakan tersebut telah di jalani sidang hingga pengemudi tengki pertamina di ponis delapan bulan kurungan. Hasil putusan Pengadilan Negeri Kaban Jahe Sumut Nomor :360/Pid.Sus/2016/PN-Kbj, pada hari kamis tanggal 16 Februari 2017, si supir mobil pertamina dihukum penjara 8 (delapan) bulan.

Namun perobatan korban bapak istri dan anak di sinyalir tidak di perhatikan oleh pihak pertamina sumut setelah keluar dari perawatan medis RS pihak pertamina se akan akan raib. Di karenakan pertangunggungjawab pihat PT. Pertamina belum selesai. Pihak korban berupaya menghubunggi pihak pertamina oknum penjamin dengan sangat sulit sebab alamat penjamin tidak jelas.

Semenjak kejadian laka lantas tersebut, mereka mengaku tidak bisa lagi bekerja berat di ladang seperti semula. Bahkan kerugian tiga orang sikorban di perkirakan lebih kurang mencapai 100 (seratus) juta termasuk kerugian barang yang hulang pada saat kejadian tersebut, perobatan, biaya selama sidang, sama sekali tidak di respon pihak PT.Pertamina.

Sikorban tidak mau melanjutkan menggugat perdata pihak PT. Pertamina, menurut sikorban bahwa karena dirinya orang tak punya jangankan biaya mengajukan perdata, mencukupi kebutuhan makan sehari-hari  saja sikorban sudah kualahan. “ kami pak orang miskin, dan orang lemah jadi jangankan biaya menggugat perdata pihak PT. Pertamina, biaya mengikuti sidang pidana itu saja kami selama ini harus menjual ladang satu-satunya tempat mencari nafkah kami” kata Panni Parhusi.

Saya, masih lanjut Panni Parhusip dengan air mata berlinang linang di pipinya, (08/09) di kediamannya di Desa Tinada Kecamatan Tinada Kabupaten Pakpak Bharat Sumut, hanya bisa berdoa melalui dunia facebook semoga tuhan menolong kami dalam penderitaan yang kami derita dan alami ini, dengan keyakinan dengan pasrah prilaku PT. Partamina Sumut agar dapat diketahui oleh Bapak Persiden RI Joko Widodo dan saya menyakini bahwa Bapak Persiden RI, tidak pernah tutup mata kepada orang miskin dan lemah seperti kami ini, sehingga apa yang sepantasnya menjadi tanggung jawab pihak PT. Pertamina kepada kami korban ini pasti terjawab”.pungkas Panni. (Juniper Sinamo/Bern)

banner 728x90

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini