oleh

Kepsek Nafion : Sebagian Besar Wali Murid SMK N 2 Di Kayu Agung Ini Kurang Berpendidikan

banner 728x90

Ogan Komering Ilir (OKI) |wartaposgroup.co.id – Guru merupakan salah satu komponen terpenting dalam pendidikan, dimana guru memegang peranan yang sangat vital dalam penyelengaraan pendidikan formal pada khususnya. Demi terselenggaranya pendidikan yang baik, guru sebagai bagian didalamnya dituntut untuk memiliki kualifikasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah serta menguasai kompetensi pedagogik, profesionalisme, kepribadian dan sosial seperti yang diatur dalam

“Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru”. Selain tuntutan tersebut, lebih jauh guru berkewajiban untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelaksana pendidikan tersebut.

Mengacu pada Tugas Guru : Tugas guru ini dijelaskan dalam Bab XI Pasal 39 Ayat (2) Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,  Pasal 20 Undang-Undnag No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Pasal 52 Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Yakni, Merencanakan pembelajaran, Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran, Membimbing dan melatih peserta didik / siswa

Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang sesuai; Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik serta kompetensi secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, tugas guru secara lebih terperinci dijelaskan dalam Permendiknas No. 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, diantaranya : Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan, Menyusun silabus pembelajaran, Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Melaksanakan kegiatan pembelajaran; Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran, Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaaran di kelasnya, Menganalisis hasil penilaian pembelajaran, Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi,

Serta, Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggungjawabnya (khusus guru kelas), Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah/ madrasah dan nasional, Membimbing guru pemula dalam program induksi, Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran, Melaksanakan pengembangan diri, Melaksanakan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif; dan Melakukan presentasi ilmiah.

Selanjutnya, Fungsi guru yang dimaksudkan di sini juga sudah termasuk dalam tugas guru yang telah dijabarkan diatas, namun terdapat beberapa fungsi lain yang terkandung dalam poin d dan e Pasal 20 Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta poin a, b dan c Pasal 40 Ayat (2) Undnag-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yakni : Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Menjunjung tinggi peraturan  perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika, Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis, Memelihara komitmen secara profesional  untuk meningkatkan  mutu pendidikan; dan Memberi teladan dan menjaga nama baik  lembaga, profesi,  dan kedudukan sesuai dengan  kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Adanya Kepala sekolah melalui gurunya menjadi contoh tauladan kepala guru-gurunya dalam mendidik muridnya. Seperti baru ini Senin 19/03/2018 Pukul 10:30 wib. saat kami mengkomfirmasi kepada kepala SMK N2 Kayuagung Nafion tentang ketidak displinan murid Di SMK N 2 Kayuagung yang pada saat jam pelajaran sekolah yang seharusnya belajar malah asik main di luar(nongkrong).

Kepala SMKN 2 Kayuagung Nafion di ruangan kerjanya dengan secara terang-terangan Ia mengatakan bahwa Sudah banyak murid di SMK N 2 Kayuagung Yang di keluarkan dari sekolah di karenakan sulit di atur dengan melanggar ketentuan aturan yang ada di sekolah, tata terbit serta kedisplinan di dalam sekolah.

Nafion juga menggatakan bahwa jumlah murid di SMK N 2 Kayuagung ini ada 815 Orang Dari Kls 1-3 . Sedangkan untuk tenaga didik Guru PNS nya ada 42 Orang .lalu untuk yang Honor/TKS ada 40 orang jadi jumlah keseluruhan tenaga kerja didik di SMK N 2 Kayuagung ada 82 orang Guru yang terdiri dari guru PNS dan honor.

Masih kata kepala SMK N 2 Kayuagung Nafion juga menggatakan bahwa Dana untuk publikasi media di SMK N2 Kayuagung itu tidak ada. Buru-buru Dana untuk publikasi media, gaji honor pun 6 bulan belum di bayar pada bulan juli -desember 2017 tadi “ungkapnya kepada awak media ini.

Masih kata kepsek SMK N 2 Kayuagung Nafion ia juga mengatakan “Hampir sebagian dari wali murid di SMK N 2 Kayuagung kurang berpendidikan .di katakan nya seperti itu karna. Apabila berpendidikan cukup anaknya di ajarkan dengan kata-kata saja, namun nyata nya ini tidak cukup dengan kata-kata harus benar memberikan sangksi tegas seperti memangil kedua orang tua wali murid. Membuat surat pernyataan dengan sekolah apabila melangar kententuan aturan yang ada di sekolah akan di keluarkan

Masih kata kepala SMK N 2 Kayuagung Nafion saya menjabat di SMK N 2 Kayuagung ini terbilang pada tahun 2013 Hingga saat ini. Baru ada tambahan lima (5) ruang kelas belajar .Untuk ruang kelas bengkel dua (2) beserta Alat praktek itu semua bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat .untuk akademi non akademi nya kita bertahap.

Sedangkan Untuk sarana dan prarasaran lainya di SMK N 2 Kayuagung belum ada duit ,duit dari mana ???ungkapnya Nafion juga menggatakan bahwa murid di SMK N2 Kayuagung ini beda dengan murid di sekolah lain .orang tua mereka seolah-olah tidak peduli terhadap anaknya dan membiarkan anak mereka.Padahal kita harusnya sebagai orang tua bisa memberikan ajaran di luar jam sekolah.

Terkedang fungsi kita sebagai sekolah lalu kepada masyarakat dan org tua di rumah .terkadang tidak sejalan. Setiap hari kita selalu berikan arahan mendidik dan mendisplinkan akan tetapi itu kembali pula dengan cara mendidik orang tua dirumah kepada anaknya.Artinya masyarakat dan orang tua sanggat berperan aktif dalam semua itu.

Masih kata Nafion Hampir separuh murid di SMK N 2 Kayuagung ini mendapatkan Bantuan dana kartu indonesia pintar (KIP) . Saya menyarankan kepada wali murid Gunakan biaya tersebut untuk keperluan murid seperti membeli buku dan seragam sekolah. Nafion juga menegaskan bahwa pihak sekolah setiap pencairan sepersen pun tidak pernah memotong Bantuan Dana KIP kepada murid-muridnya.

“Saya pribadi tidak pernah Memungut, sepersen pun bantuan dalam bentuk apapun kepada murid di SMK N 2 Kayuagung, bisa langsung di tanya dengan murid yang sekolah disini   ” katanya kepada media ini.

Nah ini baru ini ada pula wali murid yang anaknya sudah berhenti dari sekolah minta di cairkan bantuan dana KIP kepada sekolah pihak sekolah, nah pihak sekolah bingung bagaimana ini sedangkan anaknya sudah tidak sekolah lagi.

Nafion juga menambahkan Sulitnya untuk merubah karakter murid tanpa adanya dukungan dari masyarakat dan orang tua.a rtinya kita menyeluruh harus berperan aktif, Kenakalan remeja “karna murid di sini sebagian besar dari orang tua nya tidak berpendidikan. karna kalau berpendidikan maka mereka menyadari tentang peran aktif mengkaji kepada anak nya. Harus menegur anaknya janggan di biarkan. Semakin orang tua nya berpendidikan maka semakin bagus karakter didik anaknya” pungkasnya (ryan)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed