oleh

Kapoldasu Meninjau Lokasi Bencana Erupsi Gunung Sinabung

Sumut │ Senin, (19/02/2018) sekira 17.30 wib, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw didampingi Karo Ops, Dir Pamobvit, Dir Lantas, Dir Sabhara, Kabid Humas, Wadansat Brimob dan Kapolres Tanah Karo beserta Staf dan anggota meninjau lokasi sekitar bencana erupsi Gunung Sinabung, Kab. Karo.

Turut hadir, – Bupati Karo, Bp.Terkelin Brahmana – Wakil Bupati Karo, Ibu Kory Beru Sebayang – Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol TNI Taufik Rizal – FKPD Tanah Karo – Kepala SKPD Kab. Tanah Karo terkait. Sebelum tiba di lokasi, Kapoldasu dan rombongan singgah di Polsek Simpang Empat untuk menerima penjelasan singkat terkait erupsi dan pengecekan terhadap abu dan batuan yang ditemukan di sekitar lokasi bencana.

Rombongan Poldasu yang dipimpin Kapoldasu mengunjungi disrkitar terkena erupsi di Desa Payung dihuni 700 KK dan Desa Selandi Lama dihuni 100 KK di Kecamatan Payung, dan melakukan dialog dengan masyarakat.

Kapoldasu juga memberikan arahan kepada Kapolres, Kapolsek dan personel jajaran Polres Tanah Karo dalam evakuasi dampak erupsi Gunung Sinabung. “Kepada Kapolres dan Kapolsek agar catat betul dan segera ambil langkah-langkah dalam penanganan keluhan masyarakat, dan menugaskan personel (Brimob dan Sabhara) beserta kendaraan Water canon, unruk membersihkan sisa debu vulkanik dan memperbaiki saluran air untuk pertanian warga serta seluruh Dir agar tetap memonitoring setiap perkembangan dari erupsi Gunung Sinabung. “, ucap Paulus dalam arahannya.

Adapun daerah yang terkena dampak erupsi/debu vilkanik: – Kec. Simpang Empat – Kec. Naman Teran – Kec. Payung – Kec. Tiganderket – Kec. Kutabuluh – Kec. Munte – Kec. Tigabinanga – Kec. Juhar Akibat erupsi Gunung Sinabung, erupsi berupa debu vulkanik, dengan sebaran hingga radius 8 KM, jalan pemukiman dan lahan pertanian tertutupi debu vulkanik, dan di Zona Merah ketebalan debu mencapai 5-10 cm.

Langkah-langkah yang telah dilakukan Polres Tanah Karo yang dilaporkan kepada Kapoldasu, telah melakukan peninjauan langsung untuk mengecek kemungkinan adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan, dan tidak ditemukan adanya korban jiwa dan menurunkan personil dan kendaraan Water canon yang bersinergi dengan Damkar dalam membersihkan debu vulkanik di jalan serta menghimbau masyarakat untuk mengungsi di tempat pengungsian Siosar dan tidak memasuki zona merah dan emberikan masker kepada masyarakat. (Bern) Sumber: Humas Poldasu

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini