oleh

JMM ADAKAN AKSI DI DEPAN MAPODALSU

Medan │Puluhan Masa mengatas namakan Jaringan Masyarakat Mandiri (JMM) Sumatera Utara, Selasa (23/01/2018) melakukan aksi di depan Markas Besar Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapoldasu).

Aksi ini dilakukan karena JMM menilai adanya kejanggalan yang dilakukan oleh pihak Polrestabes Kota Medan terkait banyaknya pos polisi yang tersebar dipinggir jalan memakai embel-embel sponsor dari pihak swasta. “Ada apa dengan polrestabes Medan, mengapa dalam setiap pos Polrestabes medan terdapat Embel-embel Sponsor pihak swasta?.

Apakah pihak Polrestabes Medan tidak dapat profesional lagi.” Teriak koordinator aksi Hardinata Hardinata menyebutkan, Kepolisian adalah segala hal ihwal yang berkaitan dengan fungsi dan lembaga polisi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Namun, anggota kepolisian juga mempunyai beberapa larangan yang terdapat pada pasal 5 peraturan pemerintah No. 2 Tahun 2003 yaitu setiap anggota kepolisian dilarang bekerjasama dengan dengan orang lain didalam atau diluar lingkungan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi, golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan kepentingan Negara.

Kemudian dilarang bertindak selaku pelantara bagi pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari instansi kepolisian Republik Indonesia dan setiap anggota kepolisian itu dilarang memiliki saham dalam perusahaan yang kegiatan usahanya berada dalam ruang lingkup kekuasaannya. Sudah seharus, Lanjut Hardinata, Pihak Kepolisian memberikan pengamanan serta penganyoman yang terbaik. Akan tetapi sangat kami sayangkan dibeberapa waktu lalu terdapat sebuah pemandangan yang begitu membingungkan masyarakat, sebab dalam hal itu terdapat sebuah pemandangan yang menjanggalkan dikarenakan adanya disejumlah titik kota Medan Pos Polisi Polrestabes Kota Medan yang berdiri menggunakan dan mengikut sertakan Sponsor Sponsor pihak swasta.

Sambungnya lagi, dalam beberapa waktu lalu melalui investigasi kami ternyata benar adanya sejumlah pos polisi Polrestabes Medan yg menggunakan jasa ataupun sponsor dari pihak swasta. Padahal, seperti kita ketahui bahwa Kepolisian itu adalah lembaga yg profesional dan independen yang telah ditanggung Oleh APBN. Dari hal ini kami Jaringan Masyarakat Mandiri (JMM) Sumatera Utara mempertanyakan Kenapa Pos Polisi Polrestabes Kota Medan disponsori oleh pihak swasta?.

“Apakah telah terjadi kerjasama yg menguntungkan salah satu kelompok antara Polrestabes Medan dengan Pihak swasta tersebut? Serta dari mana dana pembuatan pos polisi Polrestabes Medan yang mempunyai embel – embel perusahaan swasta tersebut?

Maka kuat dugaan kami bila benar pihal polrestabes medan bekerja sama dengan pihak perusahaan swasta dalam hal ini, maka nantinya akan muncul gratifikasi. Dan kami menduga Polrestabes Medan tidak profesional.” Terang Hardinata dalam orasinya. Dalam akhir orasinya, masa aksi yang disampaikan langsung oleh Ketua Umum JMM Sumut Fahrul Rozi, meminta Kapolda Sumut menindak lanjuti ini karena dikhawatirkan nantinya akan ada praktek yang mengarah pada dugaan gratifikasi. Serta meminta Kapolda sumut segera memberikan Sanksi pada pihak oknum kepolisian Polrestabes Medan yang “nakal”. Setelah hampir setengah jam melakukan aksi, masa langaung ditanggapi oleh pihak Kapolda sumut melalui bagian Humas dan berjanji akan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan masa. “Baik akan sampaikan statement adik- adik ke atasan dan akan diproses. Dan terimakasih atas adanya aksi hari ini” Ujar pihak Humas Polda Sumut.. (team)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed