oleh

H Sukiman : Diminta Panggil Seluruh Kades Camat se-ROHUL

Rokan hulu I Pemerintahan dibawah kepemimpinan H.Sukiman hendaknya dalam waktu cepat harus berikan arahan terhadap camat dan seluruh Kepala Desa (Kades)serokan hulu. Hal ini diutarakan oleh berbagai tokoh dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli terhadap pembangunan di negeri seribu suka rokan hulu ini. Arahan dan bimbingan dari bupati dan camat terhadap Kepala Desa sangat diperlukan berkaitan dengan sudah banyaknya temuan penyalah gunaan jabatan dan dana desa oleh Kepala Desa akhir_akhir ini ujar ketua DPC LSM PENJARA Faisal Purba di kantornya jl.Diponegoro Km.2 Pasir pengaraian Sabtu (20/01). Ditambahkannya lagi bahwa diakhir-akhir ini sudah banyak temuan di lapangan tentang penyalah gunaan jabatan oleh Oknum Kepala Desa seperti Kades Sei Salak yang secara terang terangan merombak Kepala Dusun tanpa ada pemberitahuan kepada Camat dan tanpa alasan yang jelas sesuai peraturan daerah kabupaten Rokan hulu. Ya saya tidak tahu menahu adanya kades Sei salak yang merombak stafnya dan kalau pun itu ada itu tidak Syah dan dalam waktu cepat saya akan panggil kades tersebut terang pak Camat yang dihubungi awak media lewat telpon genggamnya Jum’at (19/01) kemaren. Faisal Purba juga menyinggung kiranya kedepannya para kades ini memang benar dibinalah oleh camat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Rokan hulu. Benar kata Pak Faisal kita banyak jumpai di lapangan para kades yang secara melawan hukum dalam menjalankan roda pemerintahan desa dia juga memaparkan salah satunya Kades Sialang Jaya Kecamatan Rambah sampai hari ini pengerjaan pembangunan dari dana desa masih dikerjakan padahal per31 Desember sudah harus disiapkan atau kalau tidak terkejar per31 Desember tentunya dana tersebut harus didik akan pungkasnya. Aneh bin ajaib tukasnya lagi apakah kades ini kebal hukum atau pak camatnya tidak menegur atau memberikan arahan ataukah sudah ada permainan dengan pejabat diatasnya terang Ketua LSM PENJARA ini. Dengan aktifnya nanti Bupati Rokan hulu ditangan H.Sukiman kita sangat berharap agar seluruh camat dan Kepala Desa dipanggil dan diberi arahan jika camatnya gak mampu menegur kepala desa dibawah naungannya kita berharap camat nya diganti saja . Saat ini kita sudah bisa buktikan camat mana yang mampu memimpin dan Camat yang tidak mampu memimpin kata pak Faisal , diantaranya Kades yang tersandung kasus hukum dan menyalah gunakan jabatan nya membuktikan camatnya tidak mampu dan harus di ganti harapnya. Fenomena kegiatan/pembangunan infrastruktur banyak yg tidak atau aturan-aturan yg berlaku dlm kontrak kerja oleh pihak penyedia jasa. Namun kegiatan tsb sudah habis masa waktu kontrak tahun anggaran 2017 dan kini memasuki tahun anggaran 2018. Sangat aneh ketika kegiatan tsb tetap dikerjakan, akan tetapi sudah habis masa waktu kontrak tahun anggaran tsb. Sebagaimana aturan yg berlaku, bahwa kegiatan yg tidak selesai pada masa wkt nya, maka kegiatan tsb dianggarkan kembali pada tahun anggaran berikutnya (2018) dg mekanisme lelang pengadaan barang dan jasa, sehingga boleh utk dilanjutkan kembali. Dan utk penyedia jasa dikenakan sanksi bukan tetap dikerjakan. Kendati demikian ini diduga lemahnya pengawasan dr pihak pengguna jasa. Berdasarkan PERPRES NO. 4 TAHUN 2015, Kegiatan yang dibiayai oleh APBD dan dilakukan dg prosedur Pengadaan (kecuali pengadaan barang/jasa Desa – diatur dg peraturan Bupati/Wlikota sendiri) wajib mengikuti ketentuan pengadaan barang dan jasa yg berlaku apabila ditindaklanjuti dg peraturan daerah/keputusan kepala daerah/pimpina institusi APBD. Artinya sangat dimungkinkan utk diberlakukan solusi yg sama sesuai dg PMK (peraturan menteri keuangan). Namun yg perlu diperhatikan adalah pelaksanaan APBD menggunakan ketentuan yg ditetapkan oleh Mendagri (Menteri Dalam Negeri) agar berlaku utk seluruh Pemerintah Daerah di Indonesia. Permendagri yg berlaku saat ini belum mengakomodasi pekerjaan yg belum dapat diselesaikan menjelang atau pada AKHIR TAHAUN ANGGARAN. Dengan tidak adanya solusi tersebut maka terhadap pekerjaan yg tidak dapat diselesaikan pada AKHIR KONTRAK harus dilakukan PEMUTUSAN KONTRAK sepihak sehingga output yg ditentukan dlm dokumen anggaran tidak tercapai. (RL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed