oleh

GAPERNAS SERTA WARGA OLORA UNJUK RASA

banner 728x90

“GAPERNAS SERTA WARGA OLORA UNJUK RASA DI KANTOR WALIKOTA GUNUNGSITOLI”

Kota Gunungsitoli │ Liputan wartawan wartaposgroup.co.id kepulauan Nias di kantor walikota Gunungsitoli, DPRD kota Gunungsitoli serta di areal peternakan Olora di kota Gunungsitoli, Senin (19/2/2018)

Massa dalam jumlah ratusan unjuk rasa menuntut kepada walikota agar menutup PT.Delada Agromas Samudera( DAS) usaha peternakan karena hampir setahun lebih warga menderita serta berdampak buruk bagi kesehatan warga tiga desa, tutur pimpinan aksi atau penanggung Jawab dari GAPERNAS (Gerakan Perjuangan Nias) bung Sonni Lahagu, SE.

Ditambahkannya, peternakan ini tidak boleh di biarkan oleh walikota Gunungsitoli. Berawal, pengunjuk rasa berkumpul dilapangan merdeka kota Gunungsitoli, kemudian berjalan kaki mengelilingi kota dan orasi di kantot walikota Gunungsitoli.

Para korlap dan tim aksi membacakan dan pernyataan sikap didepan kantot walikota dan diterima baik Walikota Gunungsitoli Ir.Lakhomizaro Zebua. Walikota Gunungsitoli mengatakan

” PT.DAS akan ditutup dalam waktu cepat, menunggu pihak pihak terkait untuk koordinasi, PT.DAS pasti ditutup”

Ridwan Saleh, Jhon Kristian Ziliwu serta Faerani Zega anggota DPRD kota Gunungsitoli menerima pengunjuk rasa, mengatakan DPRD kota Gunungsitoli sudah mengadakan Rapat khusus dan menyurati walikota Gunungsitoli agar mendengar keluhan warga 3 desa Olora dan segera menutup PT.DAS “ ujarnya.

Selanjutnya, massa mengakhiri aksinya dilokasi dekat peternakan ayam petelur PT. DAS di desa Olora, berorasi dan antusias warga sangatlah respon, sambil mengatakan PT. DAS ini, sangat berdampak buruk kepada masyarakat dan kami sangat tidak tahan lagi lalat, nyamuk serta bau busuk, contohnya saja ” kita sedang sembahyang di mesjid, lalat masuk ditelinga kita, seharusnya cepat-cepat PT. DAS ini ditutup.

Pimpinan Gapernas Suar Natal Waruwu, A.Md mengatakan PT.DAS ini diduga kebal hukum, sudah didemo dua bulan lalu namun tetap beroperasi. Sungguh mengherankan PT. DAS telah dilaporkan Resmi oleh Aliansi Gapernas 2 bulan yang lalu Di Polres Nias dan penanganannya di SAT-RESKRIM unit IV polres Nias, namun sampai sekarang ini, penangannanya masih jalan kaki, Dimohon kepada Bapak Kapolda Sumut mengawasi Laporan Gapernas bersama tiga desa di Olora ini, tegas pinpinan Gapernas mengakhiri.( TIM RED)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed