oleh

Diduga Proyek Jalan Setapak di Kelurahan Muara Enim Bermasalah

Muara Enim ∣Warga RT 03 RW 07, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, memprotes keberadaan proyek jalan setapak APBD-P Tahun anggaran 2019, proyek jalan setapak tersebut justru di bangun di wilayah Kelurahan Muara Enim Kampung 8, tepatnya di depan SMK 2 Muara Enim.

Menurut keterangan warga setempat yang ikut mentandatangani surat pernyataan dukungan seharusnya proyek jalan setapak tersebut, di peruntukan untuk jalan di samping SMK 2 Kelurahan Muara Enim maupun untuk umum itu sangat mengecewakan karena seharus nya proyek jalan tersebut, tidak berpindah ke tempat lain.

“Ada apa tanya warga, terkait dugaan pemindahan proyek jalan setapak tersebut, karena dari perencanaan awal proyek jalan setapak diperuntukkan dijalan RT 03 RW 07, Kelurahan Muara Enim. Malah justru proyek jalan tersebut, berpindah ke Kampung 8 Kelurahan Muara Enim yang kini proyek jalan itu berada di tengah berjalan.

Pada Saat itu puluhan warga sudah bertanda tangan dan siap menghibahkan tanah mereka demi mendapatkan proyek jalan cor setapak. Bahkan warga kala itu sudah melebarkan jalan dan menebang pohon, Namun justru proyek jalan tersebut berpindah dikawasan yang dinilai nta tidak strategis dan terkesan dipaksakan.

Padahal yang terpenting dijalan wilayah RT 03 RW 07 Kelurahan Muara Enim ialah dimana jalan itu termasuk dalam jalan akses terpenting untuk warga, anak sekolah, para petani maupun warga yang melintas, serta dapat mengurai kemacetan,” ungkap Abdul Nasir, selaku tokoh masyarakat didampingi warga lainnya.

Hal senada juga dilontarkan mantan anggota DPRD Muara Enim yang berdomisili diwilayah itu, Ia juga sangat menyayangkan kenapa rencana awal proyek jalan setapak bisa berubah dan pindah ke jalan lain, inikan bisa menimbulkan gejolak bagi masyarakat. “Ya, jika memang sesuai rencana awal adanya proyek jalan setapak tersebut, seharusnya kita patuhi dan hargai warga yang telah memberikan pernyataan melalui tanda tangan mereka.

Selain itu Lanjut Yusrin, ada beberapa warga yang mau menghibahkan tanah dan itu sangat jarang kita temukan. Mengenai masalah ini saya sangat sayangkan dan kita prihatin,” ucap Yusrin ketika dikonfirmasi (26/11).

Sementara itu warga kampung 8 kelurahan Muara Enim, saat di jumpai di kediamannya mendapatkan proyek jalan setapak dana APBD-P Tahun anggaran 2019 dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Muara Enim tersebut, terkait dugaan pemindahan proyek jalan setapak dari RT 03 RW 07 yang diduga berpindah ke kampung 8 tersebut, dirinya memang mendengar informasi itu, namun kami tidak mengetahui yang sebenarnya Nah, saat itu saya melihat pak Lurah dan pihak Pemprov mengecek jalan kampung 8 ini sebelum dibangun. Mengenai jalan sekarang yang sudah dibangun tentunya kita berterimakasih, namun kita juga sayangkan jalan yang dibangun dengan nilai ratusan juta ini kualitas nya kurang bagus dan terlihat ada yang retak ,”ujar Salman (67).

Kisruh dan protes warga mengenai adanya dugaan pengalihan proyek jalan setapak di kelurahan Muara Enim, beberapa awak media memyambangi kantor Kelurahan Muara Enim guna mengkonfirmasi Lurah Zohaludin, namun sangat disayangkan kepala lurahnya sedang tidak berada ditempat dan tengah rapat di Bappeda.

“Pak Lurah lagi rapat pak, sebaiknya hubungi lewat telpon saja, ungkap pegawai yang kantor yang ada ketika waktu itu. Namun saat dihubungi melalui Hp selulernya yang didapat dari staf kelurahan nomor Hp nya sedang tidak aktip.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim ) kabupaten Muara Enim, A Yani, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) saat dikonfirmasi menyatakan, bahwa proyek jalan setapak tersebut dari dinas Perkim dana APBD-P anggaran tahun 2019 yang dikerjakan oleh CV Andika Jaya Serasan dengan nilai kontrak Rp. 148.650.000(Seratus empat puluh delapan juta enam ratus lima puluh ribu rupiah), dengan waktu pelaksana 60 hari kalender.

jika adanya pemindahan proyek jalan setapak tersebut, pihaknya dari awal bersama lurah, dan pihak Pimprov sepakatnya dibangun diwilayah kampung 8 jadi kita bangun, jalan yang kini dibangun terlihat sudah mengalami keretakan tersebut, hal itu akan kita hubungi pihak pemborong untuk memperbaikinya,” ujar Heru selaku PPK Proyek perkim itu.

Pihak Perkim selaku tim survei awal proyek mengungkapkan, pihaknya hanya berdasarkan perintah, dan tidak mengetahui adanya pemindahan proyek jalan setapak itu,” terang Beri Andria diruang kerjanya. (Indra/Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini