oleh

DIDUGA PROGRAM PKH MUARA ENIM TIDAK TEPAT SASARAN

banner 728x90

Muara Enim, (Sumsel) – Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Muara Enim yang merupakan Program Keluarga Harapan dari Kementerian Sosial diduga salah sasaran. Soalnya, setelah dilakukan pengecekan dan hasil temuan dilapangan, banyak ditemukan para KPM (Penerima dana PKH) yang tidak sesuai.

Bukan hanya itu saja, diduga KPM yang mendapatkan bantuan hanya sesuai data yang ada di Kementerian Sosial. Sedangkan, data tersebut diperoleh Kemensos dari BPS berdasarkan hasil sensus pada tahun 2011. Padahal banyak keluarga miskin yang tidak masuk dalam data yang ada sama Kemensos sama sekali tidak mendapatkan bantuan.

Yang tidak kalah mencengangkan, banyak ditemukan KPM (Penerima Dana PKH) yang harusnya tidak layak mendapatkan bantuan tetapi masih tetap terdata dan tetap menerima bantuan dari Program Kementerian Sosial tersebut.

Terkait hal tersebut, Supervisor PKH Kementerian Sosial Kabupaten Muara Enim, Astri Yuniarsi S Sos menerangkan, untuk masalah data KPM diketahui oleh pihak pendamping, mereka yang selalu melakukan survey dan evaluasi terkait data penerima bantuan.

“KPM setiap bulan ada pertemuan, dan tiga bulan sekali ada evaluasi masih layak atau tidak mereka mendapatkan bantuan, kita hanya menerima laporan dari pendamping PKH yang ada di Desa dan Kecamatan,” papar Astri saat bincang dengan , Rabu (13/03/2019).

Masih kata Astri, saat ini jumlah KPM terus menurun, dari sebelumnya di tahun 2018 ada 22 ribu KPM saat ini menjadi 20 ribu KPM di tahun 2019. Namun, saat ini hanya bisa mengurangi belum bisa menambah data KPM.

“Kalau untuk para pendamping Desa dan Pendamping Kecamatan akan terus kita kasih masukan, karena kita tiga bulan sekali melakukan Rakor dengan Pendamping di Kantor Dinsos Muara Enim. Kalau untuk curang kita tidak diperkenankan melakukan hal itu,” tegasnya.(tim)

banner 728x90

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini