oleh

DIDUGA MARAK FUNGLI DI PUPR KABUPATEN NIAS

-Featured-59 views
banner 728x90

DIDUGA PUNGLI DI PUPR KABUPATEN NIAS.
wartaposgroup.co.id
Kepulauan Nias (28/12/2017)
Maraknya dugaan pungutan liar (pungli) pada proyek di Dinas PUPR Kabupaten Nias, dihimpun wartawan wartaposgroup dinilai salah seorang nara sumber, dan berpendapat dari berbagai kalangan bagaikan lingkaran setan yang sulit dibasmi, tutur tegas sumber.

Ditambahkan, salah seorang rekanan/penyedia jasa yang telah karatan di lingkungan PUPR Kabupaten Nias yang minta tak disebut namanya ini,  mengatakan bahwa modus pungli yang digunakan oknum-oknum staf di Dinas PUPR Kabupaten Nias ini sangat masiv dan terstruktur.

“Kami sebagai rekanan merasa tercekik dengan pungutan tak wajar itu, kalau biaya penggandaan kontrak masih pada angka ratusan ribu wajarlah, tapi ini sampai juta-jutaan per paket,” tuturnya.

“Kita bukan tidak mampu mengerjakan sendiri penggandaan kontrak tersebut, kalau kita yang kerjakan maka dicari-cari kesalahan kita, sehingga habis waktu dan biaya bolak-balik memperbaikinya,” imbuhnya.

Lanjut dipaparkannya, tidak ada pilihan lain,  kita harus minta tolong dengan staf mereka yang berinisial NT, disinilah terjadi tawar menawar itu,” ujar sumber.

Aktivis Nias Suar Natal Waruwu, A.Md meminta Bupati Kabupaten Nias segera panggil Kadis PU dan Kabid Binamarga terkait bagi-bagi hasil pungli pada penggandaan kontrak yang konon katanya dibagi-bagi,” dan Tim Cyber pungli polres nias diminta menyelidikinya.

Informasi tambahan yang dihimpun wartawan wartaposgroup.co.id kepulauan Nias, dari beberapa rekanan menyebutkan bahwa pungutan liar tidak hanya pada penggandaan kontrak saja, tapi juga pada uji Lab serta pajak galian C, yang di bebankan kepada Rekanan, papar sumber lain.

“Kita rekanan selain di pungut biaya penggandaan kontrak, juga di pungut biaya uji Labour (diluar biaya resmi)  bila melakukan uji Lab. Bahkan termasuk pajak galian C.

Saat dikonfirmasi para wartawan dikantornya beberapa waktu lalu, selasa (17/10) Kabid Binamarga PU Nias Nuzlan Hia, ST, MT membenarkan pungutan itu, namun ia membantah bila dikatakan Pungli.

“Ini bukan Pungli tapi saling membantu, bila kedua belah pihak sepakat dengan harganya maka dilanjut pada pembuatan penggandaan kontrak, soal besaran nilai memang berfariasi, namun Nuzlan enggan menyebutnya,” ungkapnya, (TIM)

banner 728x90

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini