oleh

Bupati Tanjabbar Kita Tunjukkan Kedunia

banner 728x90

Peduli Lingkungan Dan Hutan Mangrove

TANJABBAR | wartaposgroup.co.i -Masalah kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan pada saat ini sangat menonjol dan menjadi isu internasional yang mendapat perhatian khusus. Di sisi lain, justru kepariwisataan alam mengalami perkembangan yang meningkat dan signifikan.

Selain itu Kepariwisataan alam kemudian berkembang ke arah pola wisata ekologis yang dikenal dengan istilah ekowisata dan wisata minat khusus. wisata alam sangat berperan dalam menjaga keberadaan dan kelestarian obyek dan daya tarik wisata alam pada khususnya dan kawasan hutan pada umumnya.

Bupati Tanjabbar Safrial menyampaikan bahwa mari kita tunjukkan ke dunia bahwa tanjabbar Peduli Lingkungan terutama terhadap Hutan Mangrove yang mamfaatnya multifungsi.

” Hari ini kita tunjukkan kepada dunia dan masyarakat bahwa Pemkab Tanjab Barat peduli akan lingkungan, terutama keberadaan hutan mangrove. Dan tidak banyak yang tahu bahwa banyak manfaat dari keberadaan dan kelestarian hutan mangrove ini, salah satunya tempat pemijahan ikan dan sarang ikan berkembang biak. Maka hasil laut untuk masyara Sektor pariwisata pada saat ini menjadi harapan bagi banyak Negara termasuk Indonesia sebagai sektor yang dapat diandalkan dalam pembangunan ekonomi.” Ucap Buapti Safrial 31/03/2018 di tepian sungai lokasi hutan mangrove.

“ Kabupaten Tanjab Barat dengan luas wilayah daratan kira2 5.503,5 Km2 sebagian besar merupakan kawasan hutan”

Sekilas memang Mangrove itu tidak menarik untuk dipandang selain berlumpur dan berawa – rawa namun apa yang terjadi jika dikelola dengan baik sebagai Ekologi wisata. selain menjadi Laboratorium Alam Terbesar tentunya akan tetap menjaga ekosistem habitat satwa liar seperti burung, hewan-hewan reptil dan tentunya ikan dan udang dal lainnya.

Jenis tumbuhan yang menyusun hutan mangrove di pangkal babu, yaitu : api – api (Avicennia sp.),Bakau (Rhizophora sp.), Pidada (Sonneratia sp.), Tancang (Bruguiera sp.), Mentigi (Ceriops sp.), Teruntum (Lumnitzera sp.), Buta-buta (Excoecaria sp.), Nyirih (Xylocarpus sp.), Perpat kecil (Aegiceros sp.), Perpat (Scyphyphora sp.) dan Nipah (Nypa sp.) dan lain-lain.

Sealin itu, Untuk itu pengelolaan 200 hektare Hutan Mangrove di Tungkal Babu, Tanjab Barat, dijadikan Ekologi Wisata Hutan Mangrove. Objek wisata ini merupakan pantai pasir putih yang begitu indah, dengan panorama yang eksotis karena berhadapan langsung dengan Laut cina Selatan.

Jarak tempuh dari pusat kota ke pangkal babu lebih kurang 40 menit dengan menggunakan perahu motor. kat akan meningkat,”ucap Bupati Safrial.

Sektor pariwisata pada saat ini menjadi harapan bagi banyak Negara termasuk Indonesia sebagai sektor yang dapat diandalkan dalam pembangunan ekonomi.

Di tulis oleh   : Kemas Mirwan AW.

Editor              : D. Efendi.

 

 

banner 728x90

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini