oleh

BPD NILAI SUNGAI BADAR RAWAN KORUPSI

“ PEMBANGUNAN RABAT BETON DAN PENGERASAN JALAN DESA SUNGAI BADAR DI DUGA ASAL-ASALAN”

Tanjab Barat │Desa sungai badar kecamatan batang asam kabupaten tanjab barat provinsi Jambi. Senter dugaan tersandung indikasi tindak pidana korupsi, dalam pelaksanaan pengelolaan dana desa (DD).

Dugaan indikasi tindak pidana korupsi yang berlansung di desa sungai badar terjadi dalam pelaksanaan realisasi dana desa (DD) sungai badar, yang terindikasi mark Up anggaran Dana Desa (DD) tidak sesuai Rancanagan Angan Biaya (RAB).

Dalam Dugaan Mark Up anggaran Dana Desa (DD) sungai badar di sinyalir oleh TM Kades Sungai Badar beserta kroni kroninya. Di karenakan pelaksanaan Dana Desa (DD) Sungai badar terpantau tidak sesuai fisik dengan fakta anggaran yang di kucurkan.

Kejadian ini juga di pantau di karenakan lemahnya pengawasan dari pihak Insfektorat, Polsek, dan tim pendamping desa yang di duga juga ikur bermain dalam anggaran Dana Desa (DD) hingga bermacam asumsi terjadi di tenggah tenggah masyarakat sungai badar.

Hingga salah satu LSM setempat yaitu LSM GERAK angkat bicara men-Sinyalir adanya permainan itikad jahat dari oknum Kades sungai badar, Lantaran sebuah Lembaga BPD tidak terlibat dalam Pembahasan perdes APBDes, Program Swakelola berbasis Masyarakat beralih menjadi Swakelola Kepala Desa sehiingga Pro akktif dan Partisipasi masyarakat di abaikan,

“Pemerintah mengucurkan Program ADD dan DD dengan Harapan mampu Membangkitkan perekonomian,Menurunkan angka Kemiskinan,Mengatasi persoalan penganguran,dan nantinya Desa Mampu membangun Indonesia” Jelasnya.

Selain itu Amir Ketua BPD desa sungai badar selasa (28/11/17) lalu, juga menyesalkan tindakan kades Tamrin yang bertindak semena mena dalam pelaksanaan dan menjalankan aturan penegelolaan Dana Desa (DD) dan telah terjadi temuan pekerjaan tidak sesuai anggaran dan di jadikan silfa pada fisik rabat beton.

Tak adanya Info Grafik Transparansi,merupakan Suatu kewajiban apabila merujuk pada Aturan kemendagri No 113 Tentang Sistem Keuangan Desa serta Himbauan KPK agar Memasang Spanduk Pengelelola keungan desa agar dapat ,masyarakat

BPD Mengakui, Pekerjaan Jalan Rabat Beton dan Pengerasan Jalan diduga ada Pembengkakan Belanja pada Material, serta Mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemerinntah Desa Sungai Badar, Dimana selaku perwujudan Demokkrasi. Dintingkat Desa, seharusnya dibjadikan Mitra Dalam bekerja akan tetapi tidak di libatkan mula dari Pembahasan APBDes, Musyawarah Desa, Rencana Kegiatan Pembagunan Desa, semua dikoordinir sang Kades dan Kroniya, selaku BPD kami tidak dillibatkan sama sekali

Masyarakat Desa sungai badar kecamatan Batang Asam,Kabupaten Tanjab Barat melihat grafiknya. disinyalir syarat akan kepentingan serta di Duga Adanya Indikasi Korupsi secara berjamaah sedang Terjadi Diduga Pengelolaan Dana DD dan ADD Desa Sungai Badar, Kecamatan Batang  Asam sarat akan Korupsi,”Ungkap Ketua BPD. (kms.mirwan/hasibuan).

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed