oleh

AKTIVIS NIAS….!!! Dianiaya Di Sinyalir Pelakunya Empat Orang

banner 728x90

Gunungsitoli | wartaposgroup.co.id -Jumat (23/03/18) sekira 01.00 wib, korban Setiaman Lase alias Ama.Cindi(laki-laki) warga dusun I Dahadano Gawu-Gawu Kecamatan Gunungsitoli, seorang aktivis Nias diboyong kerumah sakit umum karena dianiaya 4 orang yang salah satunya aparat desa di Dahadano Sogawu-Gawu, sebut korban.

Luka parah korban malam itu, sangat memprihatinkan. ” diduga pelaku Melitinus Lase alias Ama.Rilin menuduh Setiaman Lase atas kedatangan pemuda ditempat pesta.Sementara pemuda tersebut datang sendiri”,terang koban.

” Awalnya pelaku Melitinus menendang perut saya dengan kaki kanannya, kemudian dilerai oleh pengunjung dan keluarga malam itu, tutur Setiaman Lase. Lanjut, ” selang 10 menit kemudian berlari kearah saya Sanongoni Lase dan kawan kawan alias ama, Iin, Benaso Lase alias ama Melitinus Lase menghampiri saya, langsung meninju mulut saya beberapa kali, saya terjatuh.

Diduga Benaso Lase meninju lagi dibagian pelipis mata saya, meninju kepala belakang saya, dan saya rasakan sakit dibagian mata dan darah saya pun mengalir dan berhamburan dibagian muka saya “

Lanjutnya, Saya tidak berdaya lagi dan terjatuh di jalan, dan Jufrin Six Lase alias Ama Elvin Lase menginjak saya secara berulangkali dan temannya ketiga diatas juga menginjak kepala, leher, punggung dan kaki saya” saya berteriak tolong ! tolong !.”, papar korban. ” 4 pelaku menghentikan pengeroyokan mereka kepada Setiaman Lase alias Ama Cindi karena teriakan seorang perempuan bernama Ina Karlen Zebua mengatakan ” Hana wamibunuh ia ‘kenapa kalian bunuh dia”, terang korban.

Keluarga korban malam itu bersama istri korban bernama Niat Murni Lase alias Ina.Cindi melapor di Mapolres Nias sekira pukul 03.00 wib dini hari, diterima baik SPKT polres Nias menerima laporan resmi itu, dan seluruh unit satuan polres Nias turun langsung melihat korban kritis diirumah sakit umum Gunungsitoli.

Laporan Niat Murni Lase alias Ina.Cindi ini dengan nomor: STPLP/ 76/III/ 2018/NS tanggal 24 Maret 2018 kejadian di Desa Dahadano Gawu-Gawu Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli provinsi Sumatera Utara.

Hingga beberapa hari korban aktivis ini dirawat serius dan intensif di RSUD Gununsitoli, dan dikonfirmasi wartawan langsung kepada Setiaman Lase diruang UGD rawat inap, mengatakan” kepala saya bengkak dan sakit, semalaman saya muntah-muntah, pusing dan lidah saya pecah mngeluarkan darah, aaya dan keluarga serta organisasi saya Gapernas, Lsm LP-RI serta LP3RI, lsm Perkara berharap polres Nias menangkap pelaku yang 4 Orang ini, dan kasus ini harus tuntas demi keadilan hukum di kepulauan Nias, ucap Setiaman lase.

Penuturan wartawan Warta Pos Group kepulauan Nias meminta tanggapan kepada Ketua Gapernas bung Happy Zalukhu, mengatakan ” Meminta kepada Bapak Kapolres Nias segera menindaklanjuti laporan istri korban serta memeriksa korban atas nama Setiaman Lase alias ama Cindi.

Ditambahkan ketum Gapernas ” segera ditetapkan pelaku keempat ini sebagai tersangka dan segera ditahan”, tegasnya. Pimpinan Lsm LP-RI kepulauan Nias diwakili oleh Bung Trisusanto B Zebua, A.Md mengatakan ” sangat disayangkan sikap aragon dari salah seorang oknum aparat desa yang seyogianya sebagai panutan dan teladan bagi masyarakat, melakukan tindakan kriminalisme terhadap seorang aktivis Nias “.

Ditambahkan, saya minta kepada Kapolres Nias untuk mengusut tuntas kasus ini secepatnya, karena belakangan ini kasus serupa sering terjadi terhadap para wartawan dan aktivis” (SN-Kabiro Kep Nias).

banner 728x90

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terkini